Scroll to Top

Miroslav Janu Sempat Bercita-Cita Latih Timnas Indonesia

By Agus Prasetyo / Published on Saturday, 26 Jan 2013

Miroslav Janu

Miroslav Janu ternyata sempat memiliki cita-cita untuk menjadi pelatih Timnas Indonesia. Hal ini terungkap dari salah satu sosok yang juga berperan dalam karir Janu di Indonesia, Andi Darussalam Tabusalla.

Andi Darussalam yang mendatangkan Miroslav Janu ke Indonesia, mengungkapkan bahwa dirinya pernah berharap Miroslav Janu menjadi pelatih Timnas Indonesia.

Konon Janu juga punya keinginan yang sama. Namun sayang, sebelum cita-cita itu terwujud, Tuhan telah memanggil Miroslav Janu.

“Saya pernah punya harapan suatu saat nanti Janu bisa melatih timnas Indonesia dan ternyata dia juga punya cita-cita ke sana. Tapi, cita-cita itu tidak kesampaian” ungkap Andi Darussalam Tabusalla.

Sebagai orang yang mendatangkan Miroslav Janu ke Indonesia pada 2003, Andi Darussalam mengaku sangat kehilangan sosok pelatih yang memiliki karakter cukup kuat, tegas, dan disiplin tersebut.

Namun karena kesibukan yang dialami, menyebabkan kedua rekan dekat ini tidak sempat bertemu dalam beberapa waktu.

“Cukup lama saya tidak bertemu dengan dia. Terakhir sebelum melatih Persebaya pada Oktober 2012, dia saya undang ke Makassar. Saat Natal tahun lalu, saya juga kirim SMS ke dia” kenang Andi.

Sementara itu pihak Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari Surabaya memastikan kematian Miroslav Janu akibat serangan akut jantung koroner.

Konsultan Kardiologi RSI Jemursari Surabaya, dr Budi Arief kepada wartawan (Sabtu 26/1/2013) menjelaskan hal tersebut.

Saat tiba di RSI Jemursari Kamis lalu sekitar pukul 10.40 WIB, Janu sudah dalam keadaan terserang jantung koroner.

“Tim dokter juga sudah memberikan obat dan terapi standar untuk mengurangi penyumbatan pada pembuluh arteri koroner” ungkapnya.

Setelah dilakukan penanganan medis selama 25 menit, tiba-tiba detak jantung dan napas pasien berhenti.

“Tim langsung memberikan pertolongan berupa pemberian napas buatan dan terapi kejut jantung. Namun, tetap tidak ada respons dari pasien” tegas Budi.

Setelah upaya penanganan standar dilakukan selama lebih kurang 70 menit tidak membawa hasil, akhirnya pasien dinyatakan meninggal pada pukul 12.21 WIB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda