Scroll to Top

Persib anggap PSSI Arogan

By Agus Prasetyo / Published on Monday, 28 Jan 2013

Persib Bandung menganggap langkah PSSI Djohar Arifin yang telah menjatuhkan sanksi bagi beberapa pemain ISL, sebagai sesuatu yang arogan. Hal itu diungkapkan komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Kuswara S. Taryono.

Seperti yang diketahui, nama 3 punggawa Persib juga termasuk dalam daftar nama pemain yang mendapatkan sanksi dari PSSI karena mangkir dari panggilan Timnas Indonesia Pra Piala Asia 2015. Nama-nama itu adalah Atep, M Ridwan dan I Made Wirawan.

Menanggapi hal tersebut, manajemen Persib segera menentukan sikapnya terkait sanksi yang dijatuhkan kepada ketiga pemainnya tersebut.

Kuswara S. Taryono berpendapat jika sanksi yang dijatuhkan PSSI terhadap tiga pemain bintangnya merupakan tindakan arogan. Kuswara juga menilai PSSI yang dipimpin Djohar Arifin, hanya memperkeruh masalah dan justru tidak menyelesaikan kisruh yang selama ini terjadi.

Untuk itu manajemen PT PBB telah menyepakati bersama, soal sikap Persib yang tercantum dalam enam poin.  Pertama PT PBB akan membantu urusan hukum pemain sepenuhnya.

“Sejak awal PT PBB berkonsentrasi kepada sepakbola nasional, akan tetapi kami minta satu timnas dulu, bukan dua. Kami juga mendorong organisasi bola ini hanya satu. Kedua, kurang tepat sanksi PSSI kepada 3 orang pemain. Ada mekanisme yang tidak tepat dan keliru, PSSI bertindak arogan”

“Ketiga alasan hukum pemberian sanksi kurang tepat, pertimbangan hukum apa? Kami dijatuhi sanksi. Padahal kami sudah bikin MoU dan ISL ini sah. Ke empat PSSI pernah jatuhi kami sanksi, sudah ajukan memori banding, sampai sekarang putusan tidak pernah ada”

“Kelima menyangkut jadwal pelatnas dan jadwal liga, ini jadi pertimbangan dan ke enam Persib mendorong badan hukum sepakbola nasional bersatu dulu. Tidak ada dualisme seperti sekarang” tegas Kuswara.

Tidak hanya Persib yang menganggap bahwa sanksi yang diberikan PSSI merupakan sebuah tindakan yang keliru.

Sriwijaya FC, Persipura dan beberapa tim ISL lainnya juga merasa keberatan dengan sanksi yang diberikan tersebut.

Tagged as:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda