Share

Timnas Indonesia Bambang Pamungkas ISL

PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin akan kembali merangkul para pemain dari kompetisi Indonesia Super League (ISL) saat Timnas Indonesia menghadapi tim papan atas Liga Inggris, Arsenal, yang disebut-sebut akan datang ke Indonesia pada bulan Juli 2013 mendatang. Sebelumnya, PSSI telah menghukum sejumlah pemain ISL karena tidak memenuhi panggilan ke Timnas Indonesia.

Sekjen PSSI, Halim Mahfudz, mengatakan, sanksi yang telah dijatuhkan kepada para pemain ISL itu bisa dihapus. Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, memiliki kuasa untuk mencabut sanksi apabila para pemain taat dengan aturan main PSSI.

“Ada hak prerogatif untuk menggugurkan hukuman tersebut. Nanti ketum (ketua umum) bisa menerbitkan semacam keputusan,” jelas Halim Mahfudz.

Mengenai pihak klub ISL yang hingga ini masih enggan melepas pemainnya ke Timnas Indonesia, Halim Mahfudz menghimbau kepada para pemain agar tidak usah khawatir. Menurutnya, PSSI juga sudah menghukum klub-klub tersebut sehingga mereka sudah tidak punya hubungan lagi dengan pemain.

”Klub tidak ada hubungan dengan pemain. Klub itu yang menghukum federasi (PSSI),” tandas Halim Mahfudz.

Halim Mahfudz melanjutkan, memperkuat timnas adalah impian sekaligus merupakan puncak tertinggi dalam karir seorang pemain. Oleh karena itu, lanjutnya, PSSI masih memberi kesempatan kepada para pemain ISL untuk berseragam Garuda saat menjamu Arsenal nanti asalkan mereka mau kembali ke PSSI.

“Timnas ini bagaimanapun puncak karir mereka. Kalau enggak mau gabung timnas, aneh. Kami juga sudah melakukan pendekatan informal kepada para pemain,” terang Halim Mahfudz.

“Kita akan buka kesempatan seluas-luasnya. Kalau mereka kena sanksi dan tidak mau mengikuti instruksi, tidak bisa. Makanya kalau mereka mau kembali (ke PSSI), mereka bisa ikut (memperkuat timnas melawan Arsenal),” tutupnya.