Scroll to Top

Anonymous Nyatakan Perang dengan Pemerintah Indonesia Setelah Jember Hacker Ditangkap

By Ditya / Published on Wednesday, 30 Jan 2013

anonymous indonesia

Penangkapan Wildan ternyata berbuntut serangan kelompok hacker Anonymous ke beberapa situs pemerintah Indonesia. kelompok hacker Anonymous ini menyatakan perang terhadap pemerintah indonesia karena penangkapan Wildan “jemberhacker team” yang meretas situs presiden di presidensby.info pada 9 Januari 2013.

Beberapa situs pemerintah dengan domain go.id pun mulai bertumbangan akibat serangan cyber kelompok hacker Anonymous sebagai reaksi atas penangkapan Wildan oleh Tim Cyber Crime Mabes Polri.

Wildan sendiri adalah warga Jember, Jawa Timur, yang merupakan lulusan SMK yang bekerja sebagai operator warnet sekaligus teknisi di warnet yang berlokasi di Jalan Letjen Suprapto, Jember.

Sekitar tujuh situs pemerintah yang menggunakan domain go.id telah dilumpuhkan dan beberapa diantaranya telah di-deface atau diganti tampilan situsnya oleh kelompok hacker Anonymous. Situs-situs tersebut antara lain adalah situs KPPU, BPS, KBRI Tashkent, Kemenkum dan HAM, Kemensos, Indonesia.go.id, dan Kemenparekraf.

“Government of Indonesia, you cannot arrest an idea NO ARMY CAN STOP US #Anonymous #OpFreeWildan #FreeAnon,” ¬†pernyataan di akun Twitter kelompok hacker Anonymous.

Anonymous

kelompok hacker Anonymous ini juga memosting pernyataan di situs scriptgratis.org yang berisi sikap Anonymous yang menyayangkan tindakan kepolisian yang menangkap Wildan.

Tak hanya itu, kelompok hacker ini juga mengatakan bahwa seharusnya Pemerintah Republik Indonesia berterima kasih kepada Wildan “jemberhacker team” yang telah menunjukkan kelemahan sistem keamanan situs presidensby.info.

“Apakah kalian akan tahu kelemahan sistem website nya? Dan apakah kalian ingin jika website itu dibobol oleh seorang peretas yang tidak bertanggung jawab bahkan kemungkinan data-data bisa hilang, dan bagaimana jika website itu diambil oleh tangan asing yang bukan berasal dari Indonesia?” tulis Anonymous dalam pernyataan, seperti yang dilansir dari Kompas (30/01/2013).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda