Scroll to Top

Salah Rawat, Lensa Kontak Picu Kebutaan

By Ilham Choirul / Published on Tuesday, 23 Aug 2011

Meskipun mata memiliki pelindung alami terhadap kotoran maupun mikroba yang masuk ke mata, namun tetap saja sebagian mikroba mampu menembus pertahanan itu. Begitu pula jika Anda pemakai lensa kontak namun tidak memerhatikan perawatannya. Bisa-bisa faktor tidak higienis itu menimbulkan risiko kebutaan pada mata. Melepas lensa kontak saat tangan kotor adalah salah satu perilaku buruk.

“Kebersihan lensa yang buruk akan menyebabkan berbagai penyakit mata kronis, termasuk di antaranya keratitis mikroba hingga infeksi kornea,” ujar Katie Richardson, seperti dikutip MSN News. Jika diabaikan, berpengaruh pada kerusakan pandangan permanen bahkan kebutaan.

Parwez Hossain, seorang dosen senior di University of Southampton mengatakan, lensa kontak menjadi penyebab utama infeksi kornea. Penyebabnya, kebersihan tangan yang sangat buruk. Sebaiknya, sebelum meletakkan dan mengambil lensa kontak, tangan dibersihkan dahulu. Lalu, lensa kontak harus disimpan dengan benar dan tidak digunakan lagi jika kadaluarsa.

Pseudomonas dan acanthamoeba adalah bakteri mikroba yang umum menjangkiti mata. Mereka hidup alami di lingkungan yang basah. Pseudomonas biasa hidup di kran air dan acanthamoeba ada di tanki penyimpanan air. Jadi, mereka hidup tidak jauh dari manusia, apalagi di area kamar mandi. Mencuci lensa kontak sembarangan bisa berakibat menempelnya bakteri ini di lensa.

Pseudomonas menyebabkan keratitis. Dan, acanthamoeba bisa membuat infeksi korne. Di Inggris, setiap tahunnya ditemukan 50 jenis kasus baru akibat bakteri ini.

Dr Simon Kilvington, seorang ahli mikrobiologi dari University of Leicester mengatakan, mencuci lensa kontak sebaiknya tidak menggunakan air kran. Memakai pembersih khusus lensa kontak sangat dianjurkan untuk membuat lensa kontak bersih. “Menggunakan kembali lensa kontak lebih dari sebulan juga berbahaya. Pasalnya, celah-celah kecil yang muncul dalam plastik dari waktu ke waktu adalah tempat berkembang biak bakteri yang potensial ,” tuturnya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda