6 Penyebab Rusaknya Terumbu Karang

terumbu karang

Indonesia memiliki kekayaan laut yang melimpah. Salah satu faktor terbentuknya kekayaan itu adalah adanya terumbu karang. Karang ini memang banyak sekali fungsi. Dia menjadi tempat tinggal ikan dan biota laut lainnya. Lautan yang memiliki terumbu karang sehat biasanya menjadi lokasi penyelaman yang direkomendasikan. Sebab, keindahan laut akan terpancar di sana.

Hanya saja, terumbu karang di Indonesia diperirakan sudah 30 persen yang rusak. Untuk terumbu karang dunia, total sudah mencapai 10 persen yang rusak. Dikutip dari Tourism News, setidaknya ada enam penyebab kerusakan terumbu karang:

  1. Penggemar terumbu karang sangat banyak. Akhirnya, banyak orang yang menyelam untuk menjarah karang ini sebagai koleksi di rumah. Saat penjarahan makin terakumulasi, jumlah terumbu karang menyusut secara drastis.
  2. Pencemaran air laut sekarang ini makin mengkhawatirkan. Sampah dan limbah yang ikut mengalir ke laut membuat terumbu karang bermasalah dan mengganggu ekosistem.
  3. Pertanian pasang surut yang ada di tepi pantai juga mempengaruhi kerusakan terumbu karang. Terutama, hal tersebut dipicu oleh pemakaian pupuk kimia dan pestisida yang masuk ke air laut setelah terbawa air hujan.
  4. Kapal yang membuang jangkar juga menjadi pemicu rusaknya terumbu karang. Sebab, jangkar bisa secara tidak sengaja membentur terumbu karang.
  5. Aktivitas menangkap ikan dengan memakai bom, secara langsung mematikan terumbu karang tepat di lokasi peledakan. Hasil ikan yang didapat tidak sebanding dengan kelestarian penghuni lautan dalam jangka panjang.
  6. Penambangan pasir pantai hingga  pembangunan pemukiman di sekitar pantai secara tidak langsung mempengaruhi ekosistem laut, termasuk terumbu karang.

 

Komentar Anda

Leave A Response