Scroll to Top

Memperhatikan Jarak Aman Berkendara, Perkecil Risiko Tabrakan

By Ilham Choirul / Published on Tuesday, 23 Aug 2011

Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam mengendarai kendaraan pribadi adalah jarak aman. Gara-gara mengabaikan hal ini, banyak terjadi kecelakaan akibat pengemudi tidak mampu mengendalikan kendaraan. Semakin dekat jarak kendaraan dengan kendaraan lain di depannya, maka faktor tabrakan menjadi lebih besar saat melaju kencang.

Kalau pengemudi memperhatikan jarak aman, maka ada waktu yang dianggap cukup untuk melakukan pengereman agar tidak sampai menyenggol kendaraan di depannya. Antisipasi yang sifatnya mendadak juga bisa diatasi tanpa memunculkan risiko keselamatan.

Penentuan jarak aman memperhatikan kondisi dan situasi jalan yang sedang dihadapi. Karena, jalan yang licin akan menghasilkan efek pengereman yang berbeda dengan jalan kondisi kering. Pedoman sederhananya, kalau Anda melaju dengan kecepatan 80 km/jam, maka jarak aman sekitar 80 meter. Begitu juga kalau kecepatan di 50 km/jam, jarak aman sekitar 50 meter. Ini adalah jarak idealnya.

Namun, dengan memperhatikan kualitas pengereman yang semakin baik, jarak aman ini bisa berkurang. Kemampuan pengereman biasanya sekitar 10 persen antara kecepatan dan jarak pengereman. Sehingga, jarak aman minimal yaitu empat meter dengan kendaraan lain.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda