Scroll to Top

Game Terapi Disleksia Berbasis Kinect Dikembangkan Mahasiswa UGM

By Ditya / Published on Sunday, 03 Feb 2013

UGM Disleksia

Sebuah aplikasi berupa game untuk penyandang Disleksia yang memanfaatkan teknologi Microsoft Kinect telah dikembangkan oleh tim mahasiswa asal Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Penyandang Disleksia umumnya mengalami kesulitan untuk mengucapkan kata-kata.

Penderita disleksia sangat sulit disembuhkan secara medis. Namun efeknya bisa diminimalisir dengan melakukan terapi. Disleksia sendiri merupakan kelainan neurobiologis yang seringkali kesulitan mengenali kata dengan tepat dan kesulitan dalam kemampuan mengkode simbol.

Tim mahasiswa UGM yang mengusung nama LexiPal ini terdiri dari enam orang, yakni Muhamad Risqi Utama Saputra, Kuntoro Adi Nugroho, Vina Sectiana Amretadewi dan Taufiq Almahsyur yang berasal dari jurusan Teknik Elektro program studi Teknologi Informasi.

Sedangkan dua lainnya berasal dari jurusan lain, yaitu Vremita Desectia Amretasari dari Sastra Perancis, FIB, dan Fransiska Vena dari jurusan Akuntansi FEB.

Tim LexiPal ini menggunakan teknologi Microsoft Kinect, yakni sebuah teknologi pendeteksi gerak atau motion sensor yang dikembangkan Microsoft untuk meningkatkan pengalaman bermain game di konsol Xbox 360.

Game besutan LexiPal ini akan membuat penderita Disleksia akan lebih menikmati bermain game seperti Spelling atau Pronouncing Game, yakni sebuah permainan yang mendorong penderita Disleksia untuk mengucapkan huruf atau kata yang menurutnya sulit diucapkan.

Jika penderita Disleksia berhasil mengucapakan huruf atau kata yang muncul dalam game dengan benar, maka pemain akan disuguhi animasi seekor kera yang memanjat sebuah pohon pisan dan pemain akan pendapatkan poin.

“Lewat aplikasi Kinect Windows presentation dikombinasikan Kinect Xbox, biaya yang kami keluarkan sekitar Rp 2,5 juta. Aplikasi yang kami buat cukup unik dan inovatif dan memudahkan penderita belajar.”

“Tim Lexipal mendapat penghargaan pemenang terbaik kedua untuk kategori TI dalam ajang Mandiri Young Technopreneurship belum lama ini,” kata Risqi, seperti yang dialnsir dari Detik (03/02/2013).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda