Scroll to Top

PSSI: Djohar Bantah Adu Fisik Dengan La Nyalla Di Metro TV

By Agus Prasetyo / Published on Monday, 04 Feb 2013

Djohar Arifin dan La Nyalla

Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, membantah adanya adu fisik antara dirinya dengan La Nyaala Mataliti dalam sebuah acara dialog di MetroTV (Rabu 30/1/13) malam. Hal itu dikatakan Djohar Arifin, dalam situs resmi PSSI.

“Memang ada saling bantah antara saya dan La Nyalla dengan nada cukup tinggi dan saling tuding, tapi tak ada sentuhan fisik apalagi saling mencekik.  Kejadian ini di dalam ruangan kaca, sehingga terlihat dari luar termasuk media.  Selesai acara kami malah bersalaman dan berpelukan” ungkap Djohar Arifin.

Sementara itu langkah cukup menarik diambil La Nyalla, dengan menemui bos MNC Grup, Hary Tanoesoedibjo.

Namun La Nyalla mengungkapkan pertemuan tersebut hanya sebatas silaturahmi dan bertukar pendapat terkait kisruh sepakbola nasional.

Dengan adanya konflik yang terjadi antara kubu Djohar dan La Nyalla, memang menarik perhatian Hary Tanoe.

Hary juga menginginkan dua liga yakni Indonesian Super League (ISL) dan Indonesian Premier League (IPL), bisa disatukan demi terciptanya tim nasional yang lebih kuat.

Terlebih jika tidak ada perubahan, MNC sendiri akan mendatangkan Arsenal ke Jakarta pada Juli nanti.

Hary pun menginginkan tim yang nantinya berhadapan dengan The Gunners, merupakan tim yang berisi pemain terbaik dari seluruh Indonesia.

“Tentunya dengan adanya konflik antara PSSI Djohar dan La Nyalla, sepak bola kita makin tidak maju atau mundur karena ada dualisme ini. Karena itulah mengapa saya mengimbau dan mencoba memfasilitasi supaya ada titik temu antara keduanya” ungkap Hary di MNC Tower Jakarta (Jumat 1/2/13).

Ketika disinggung mengenai apa saja yang dibahas dalam pertemuannya dengan La Nyalla, Hary mengungkapkan bahwa secara garis besar dia ingin mengetahui terlebih dahulu permasalahannya sebelum bisa mencapai titik temu antara PSSI dan KPSI.

“Intinya saya ingin mengetahui duduk permasalahan dari kedua belah pihak, dari PSSI dan KPSI. Yang pertama input itu penting bagi saya, sebelum saya mengambil langkah lebih lanjut dan kurang lebih kompromi apa yang bisa dicarikan titik temu” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda