Mary Leakey

Mary Leakey adalah inspirasi bagi semua orang, tidak hanya mereka yang bergelut di dunia antropologi dan arkeologi yang digelutinya. Meskipun memiliki prestasi akademik yang jauh dari kata baik, kehilangan ayah di masa kecil, Mary Leakey membuktikan, kerja keras dan keinginan untuk merdeka, terbebas dari aturan, dapat membawa kita merangkai mimpi.

Hidup di lapangan adalah takdir bagi Mary Leakey. Perempuan yang bernama kecil Mary Douglas Nicol ini sudah terbiasa hidup berpindah-pindah dari Amerika Serikat, Italia, ke Mesir untuk mengikuti pekerjaan sang ayah,  Erskine Edward Nicol yang seorang pelukis pemandangan. Seiring perjalanan waktu, keinginan untuk mendalami dunia antropologi dan arkeologi mulai mengalir pada darah Mary muda. Dan dunia ini bukan dunia asing bagi keluarga besarnya. Mary adalah keturunan langsung dari pengumpul barang antik, John Frere. Juga, sepupu dari Sheppard Frere, seorang arkeolog.

Ujian berat sempat menyelimuti kehidupan Mary muda. Ayahnya meninggal kala ia masih berusia 13 tahun. Ibunya, Cecilia Maron, sempat menyerahkan sang anak gadis pada sebuah sekolah biara Katolik di Kensington untuk menempuh pendidikan. Namun, malang bagi sang gadis kecil. Ia dikeluarkan karena menolak membaca puisi. Dan di sekolah biara berikutnya, pengusiran juga terjadi. Kali ini, kesalahan Mary adalah menyebabkan ledakan dalam sebuah percobaan di laboratorium kimia.

Tak memiliki keberuntungan di dunia akademis, bukan berarti Mary Leakey pantang menyerah. Ketertarikannya dalam menggambar dan arkeologi, berbuah setelah cukup lama. Mary mendaftar di berbagai  kegiatan penggalian. Dan pada tahun 1932, pada usia 19 tahun, ia akhirnya bisa berkerja di lapangan, sebagai ilustrator buku The Desert Fayoum kara Caton Thompson.

Dan jodoh datang dari jalur yang tak disangka-sangka. Louis Leakey, seorang arkeolog, membutuhkan ilustrator untuk buku Adam’s Ancestor, mengontak Mary. Cinta lokasi yang tumbuh, akhirnya berubah menjadi cinta sejati. Keduanya pasangan serasi: suka kebebasan dan tak suka dengan aturan yang ribet. Jadilah pasangan yang menyukai petualangan ini, menjadi duet arkeolog. Salah satu prestasi mereka berdua, adalah penemuan fosil Proconsul africanus (kera yang dianggap sebagai cikal bakal manusia) pada Oktober 1948 di Kepulauan Rusinga.

Hubungan dengan sang suami harus berakhir dengan cara tak menyenangkan. Louis yang seorang ‘pecandu wanita‘ membuat keduanya berpisah. Setelah sang suami meninggal karena serangan jantung, Mary masih tetap tegar dan melanjutkan serangkaian penelitian dan penemuan fosil hingga meninggal pada usia 83 tahun.