Scroll to Top

PSSI Tak Becus Kelola Timnas Indonesia, Ini Buktinya!

By Aditya / Published on Thursday, 07 Feb 2013

PSSI Bikin Malu!

PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin baru-baru ini kena hantam. Pengakuan dari mantan ”orang dalam” menguak fakta bahwa PSSI sangat tidak becus mengelola Timnas Indonesia. Tak percaya? Inilah buktinya, seperti yang diungkapkan oleh Desy Christina, mantan media officer dan corporate secretary Timnas Indonesia PSSI, melalui tulisan panjang di blog pribadinya (lihat tulisan lengkapnya di sini).

Banyak borok PSSI yang diungkap oleh Desy Christina. Misalnya, pengangkatan manajemen timnas lainnya dilakukan hanya menggunakan Surat Keputusan (SK), bukan dengan surat kontrak, sehingga PSSI tidak menyediakan tunjangan tambahan, seperti Jamsostek, asuransi kesehatan, dan lain-lain.

Pengelolaan administrasi Timnas Indonesia amburadul, misalnya dalam mengurusi visa, paspor, pergantian pemain, dan lain-lain ketika punggawa timnas akan berujicoba di luar negeri. Inilah yang menyebabkan seringkali terjadi pemain timnas yang tidak bisa bertanding ke luar negeri karena masalah administrasi tersebut. Salah satunya adalah ketika timnas melawat ke Palestina dalam turnamen Al-Nakhbah tahun lalu.

“Bayangkan, seringkali mepet pengurusan visa berlangsung dengan pengurusan booking tiket dan pengurusan akomodasi di hotel luar berjalan bersamaan. Saya dan Mbak Farina (dari PSSI) sudah berusaha setengah mati, ternyata sampai H-1 saja masih ada pergantian personil,” ungkap Desy Christina.

”Atasan (PSSI) tidak mau tahu kesulitannya seperti apa, tapi tetap minta (pemain) dibawa. Toh, akhirnya paham pas di Jordan susah masuk ke Palestina kan? Mereka sudah diingatkan (oleh) kami tapi keras kepala. Belum lagi ketegasan uang saku kerap berubah. Informasi kepada pemain menjadi simpang-siur,” lanjutnya.

Ada lagi, pada Maret 2012, tiga skuat timnas akan melakoni pemusatan latihan di Yogyakarta. Namun, pengelolaan keuangan untuk timnas oleh PSSI sangat payah. Alhasil, Desy Christina dan kawan-kawan terpaksa pasang muka badak untuk negosiasi dengan pihak demi menekan biaya meskipun harus menahan malu.

”Anggap saja, jika seharusnya sejuta ke atas, saya berhasil menego hingga 325 ribu… Namun, uang belum cair, padahal TC akan dimulai dalam waktu 3 hari ke depan… Saya datang lagi, setengah mati nego, akhirnya dengan baik hati pihak hotel memberikan jaminan masuk tanpa DP terlebih dahulu. Ini jarang-jarang terjadi di dunia perhotelan. Masuk tanpa DP!”

Sebenarnya, masih banyak curahan kekesalan yang diungkapkan oleh Desy Christina selama bekerja untuk PSSI. Artikel tulisan Desy Christina dengan judul ”Sekilas Masa di Timnas” itu bisa dibaca lebih lengkap di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda