Scroll to Top

PSSI Tunjuk Lionel Charbonnier Sebagai Direktur Teknik Timnas Indonesia

By Aditya / Published on Saturday, 09 Feb 2013

Lionel Charbonnier

Setelah Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, mengangkat Luis Manuel Blanco sebagai pelatih Timnas Indonesia, kali ini giliran Lionel Charbonnier yang diangkat sebagai direktur teknik tim Garuda. Selain itu, PSSI juga menunjuk mantan pelatih Persibo Bojonegoro asal Brasil, Paulo Camargo, sebagai pelatih Timnas Indonesia U-14.

“Kami menunjuk Lionel (Charbonnier) sebagai direktur teknik untuk membantu timnas. Lionel akan membantu untuk aspek teknis dan dia kebetulan mengenal orang di sekitar FIFA dan AFC untuk membantu menjembatani urusan timnas kami,” jelas Bob Hippy di Jakarta, belum lama ini.

“Tidak hanya Charbonier, kami menunjuk Paolo (Camargo), beliau akan membantu kami untuk menjadi pelatih timnas U-14 untuk Kejuaraan Asia U-14, bantuan dia sangat besar untuk membantu sepakbola Indonesia,” lanjut Bob Hippy.

Kabar penunjukan Lionel Charbonnier sebagai direktur teknik timnas sebenarnya pernah terdengar beberapa minggu silam. Namun, keputusan tersebut mendapat kritikan dari banyak pihak lantaran rekam jejak Lionel Charbonnier yang kurang meyakinkan.

Lionel Charbonnier adalah mantan kiper Auxerre (Prancis) dan Glasgow Rangers (Skotlandia), serta pernah merasakan 1 caps bersama tim nasional Prancis. Setelah gantung sepatu, ia menjalani karir awalnya sebagai pelatih dengan menangani Stade Poitevin, kemudian ke FC Sens, keduanya klub asal Prancis.

Selanjutnya, Lionel Charbonnier diangkat sebagai pelatih tim nasional Tahiti U-20 pada 2007. Tahun 2010, ia datang ke Indonesia untuk melatih Atjeh United FC, tim peserta Liga Prima Indonesia (LPI) yang saat itu masih berstatus sebagai kompetisi ilegal sebelum menjelma menjadi Indonesia Premier League (IPL).

Kendati banyak yang meragukan kemampuannya, namun Lionel Charbonnier menyatakan akan berupaya membawa Timnas Indonesia berprestasi. Sosok berusia 46 tahun ini juga menegaskan tidak ambil pusing dengan adanya dualisme di persepakbolaan Indonesia.

“Saya siap menyerahkan dedikasi kepada sepakbola Indonesia. Saya punya mimpi untuk membangun sepakbola menjadi lebih, meski saya tahu kondisi yang sebenarnya,” kata Lionel Charbonnier.

“Saya tahu dan mendengar kabar itu. Saya tahu kondisi PSSI, manajemen timnas, dan KPSI itu apa. Tapi saya pikir bagaimana memikirkan masa depan sepakbola. Bagaimana memperbaiki organisasi. Sepakbola seperti keluarga,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda