Scroll to Top

Timnas Indonesia: Irfan Bachdim Akan Pilih ISL Jika Diakui FIFA

By Aditya / Published on Monday, 11 Feb 2013

Irfan Bachdim Timnas Indonesia Biru

Dua liga utama yang bergulir di Indonesia, yaitu Indonesia Super League (ISL) dan Indonesia Premier League (IPL) seolah-olah saling bersaing sebagai kompetisi terbaik. Penyerang andalan Timnas Indonesia, Irfan Bachdim, mengaku akan memilih klub ISL apabila kompetisi yang dikelola oleh PT Liga Indonesia itu diakui oleh FIFA.

ISL yang dihuni oleh klub-klub besar dan telah memiliki riwayat panjang dalam sejarah sepakbola Indonesia cenderung dinilai lebih baik. Irfan Bachdim pun mengungkapkan ketertarikannya bermain di salah satu klub ISL, namun apabila kompetisi tersebut diakui oleh FIFA.

“Aku akan bermain di liga yang berada di bawah naungan FIFA. Jika ISL ikut ke FIFA maka aku akan bermain di sana,” aku Irfan Bachdim di Jakarta belum lama ini seperti dikutip dari Kompas.

Lantaran terjadi kisruh antara PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin dan KPSI pimpinan La Nyalla Mattalitti, terjadilah dualisme kompetisi. PSSI Djohar Arifin Husin tidak mengakui keberadaan ISL sehingga kompetisi yang dikelola oleh PT Liga Indonesia ini pun tidak mendapat pengakuan dari FIFA.

PSSI Djohar Arifin Husin kemudian membentuk kompetisi baru dengan nama IPL. Kompetisi ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari Liga Prima Indonesia (LPI), liga tandingan yang digagas oleh pengusaha Arifin Panigoro dan menjadi kompetisi ilegal ketika PSSI dipimpin oleh Nurdin Halid. LPI sendiri tak pernah mampu menuntaskan musim perdana dan satu-satunya karena terhenti di tengah jalan.

Seiring bergantinya rezim kepengurusan PSSI yang kemudian diambil-alih oleh kubu Djohar Arifin Husin, LPI pun beralih-rupa menjadi IPL. Sayangnya, kompetisi resmi PSSI ini hanya diikuti oleh klub saja yang dinilai berkualitas, seperti Semen Padang, Persebaya Surabaya, atau PSM Makassar.

Selebihnya adalah klub-klub yang notabene belum familiar bagi sebagian besar publik sepakbola di tanah air, atau bahkan klub-klub kloningan dari beberapa klub mapan yang tetap bermain di ISL, seperti Arema Indonesia IPL, Persija Jakarta IPL, PSMS Medan IPL, dan seterusnya.

Oleh karena kondisi tersebut, Irfan Bachdim tak punya pilihan kecuali bergabung dengan salah satu klub IPL yang diakui FIFA, yaitu Persema Malang. Pasalnya, ia ingin bermain untuk Timnas Indonesia yang resmi.

“Kalau IPL ikut di bawah FIFA, tentu aku akan main di IPL. Ya, seperti aku bilang, aku ingin bermain untuk timnas. Jika aku tidak bermain di federasi (yang tidak diakui FIFA), tentunya aku tidak bisa bermain di timnas. Jadi, aku tidak punya pilihan lagi, apa yang mereka (FIFA) instruksikan aku akan mematuhinya,” ungkap Irfan Bachdim yang kini telah hijrah ke klub Thailand, Chonburi FC, ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda