Scroll to Top

Pengguna Facebook Gemar Mengumbar Kemesraan di Timeline

By Ibnu Azis / Published on Thursday, 14 Feb 2013

Facebook iPad

Tak hanya sebagai sebagai alat berbagi informasi, FB berposisi sebagai media berbagi kemesraan. Pengguna Facebook menurut studi terbaru gemar mengumbar hubungan asmara di Timeline.

Bertepatan menjelang Hari Valentine, Abine, sebuah perusahaan online privacy, lakukan sebuah studi di lebih dari 1.000 orang dewasa di Amerika Serikat. Dari survei ini ditemukan data jika mereka tak malu menunjukkan informasi terkait dengan hubungan asmara bahkan orientasi seksual.

50% dari responden mengaku telah memosting tentang kehidupan cinta mereka di Facebook. 37% dari mereka melakukan hal serupa di media sosial di luar Facebook. Terkait dengan status (jomblo, menikah, cerai), 80% dari mereka menampilkan informasi tersebut di profil masing-masing.

Sekitar 62% dari responden mengaku memosting status dengan menyebut pasangannya (tag). 60% dari mereka juga memosting foto bersama pasangan. Menariknya 1/3 dari responden berbagi orientasi seksual mereka di Facebook.

Responden ternyata tak menutup diri dengan orang tak dikenal. 60% dari mereka mengaku menerima pertemanan dari pengguna asing. Pengguna tak dikenal ini mengaku meminta pertemanan setelah membaca profil mereka di Facebook.

Dengan prosentase yang sama, hampir 60% responden mengaku memblokir atau memutuskan pertemanan di Facebook karena sebab-sebab tertentu. Misalkan saja akibat tagging foto dengan mantan atau bekas suami/istri.

“Banyak pengguna yang tidak memerhatikan konsekuensi dari posting rincian cinta mereka di Facebook. Hanya 1 dari 10 orang yang peduli akan privasi cinta. Kabar baiknya, tidak sedikit dari mereka yang mampu menjaga informasi pribadi,” ujar Sarah Downey dari Abine.

Dikutip dari AllFacebook Kamis (14/02/13), Abine menyarankan agar pengguna Facebook benar-benar menyimpan data diri mereka sendiri. Tidak berbagi kata sandi dan memastikan pengaturan privasi yang tepat.

“Ingat, kebijakan privasi Facebook bisa berubah tiap saat. Pengguna harus bisa menjaga diri informasinya,” tutup Sarah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda