Scroll to Top

PSSI Pecah, Kubu Djohar Arifin Vs Tim Exco

By Aditya / Published on Friday, 15 Feb 2013

PSSI Piring Retak Pecah

Internal PSSI dilanda perpecahan. Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, mendadak terlibat konflik dengan para petinggi PSSI lainnya, terutama dengan para anggota Komite Eksekutif (Exco). Namun, Djohar Arifin tak sendiri, ia segera membentuk kubu untuk menangkal serangan yang diarahkan kepadanya.

Isran Noor, Habil Marati, Rudolf Yesayas, Edi Elison, dan Tommy Arief adalah beberapa orang yang berkiblat ke Djohar Arifin Husin. Sedangkan kubu seberang berdiri para anggota Exco dan petinggi PSSI lainnya termasuk Sekjen Halim Mahfudz.

Konflik internal ini bermula dari tindakan Djohar Arifin Husin yang secara sepihak telah menunjuk Luis Manuel Blanco sebagai pelatih Timnas Indonesia senior dan Timnas Indonesia U-23 tanpa melalui rapat dengan Exco PSSI. Para anggota Exco PSSI menentang penunjukan pelatih asal Argentina itu dan menegaskan bahwa pelatih timnas masih dipercayakan kepada Nil Maizar dan Aji Santoso.

Perang saudara pun dimulai. Kedua kubu yang semula berada di satu atap mulai saling tuding. Dari kubu Djohar Arifin Husin, misalnya, Tommy Arief yang menjabat sebagai Direktur Media PSSI menuding ada oknum anggota Exco yang mencatut nama Djohar Arifin Husin demi kepentingan kelompoknya sendiri. Nama yang disebut oleh Tommy Arief adalah Sihar Sitorus dan Bob Hippy. Bernhard Limbong pun diindikasikan juga terlibat.

Tommy Arief menuding bahwa ada beberapa anggota Exco yang kerap menggelar rapat tanpa persetujan dari Djohar Arifin Husin selaku Ketua Umum PSSI. Tindakan tersebut, menurut Tommy Arief, adalah terlarang karena melanggar statuta, dan oleh sebab itu, yang bersangkuan harus dihukum.

“Menurut Statuta PSSI, Pasal 35 ayat 1 dan Pasal 38 ayat 1, jumlah Exco adalah 11 orang terdiri dari Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan 9 anggota. Sekarang, jumlahnya menyisakan 7 orang. Hanya Ketua Umum yang berhak memanggil rapat atau 50 persen anggota menginginkan rapat,” kata Tommy Arief..

“Rapat Exco boleh mengambil putusan penting jika dihadiri 2/3 anggota. Artinya, rapat-rapat berdua yang dilakukan anggota Exco Sihar Sitorus dan Bob Hippy, yang mengatasnamakan Exco, adalah tindakan ilegal karena melanggar statuta. Karena itu, harus ada sanksi tegas,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda