Scroll to Top

Mancini Minta Uang Lagi

By Fitra Firdaus / Published on Wednesday, 18 May 2011

Setelah sukses memenangi Piala FA 2010/2011 dengan menekuk Stoke City 1-0, pelatih Manchester City seolah tidak mau terhanyut dalam euforia berlebihan. Pelatih yang pernah mengarsiteki Lazio dan Inter Milan ini terang-terangan meminta agar sang pemilik klub, Seikh Mansour, menggelontorkan dana segar demi memboyong pemain-pemain baru. Mancini bahkan berencana, setidaknya ia bisa memiliki tim pelapis yang setara dengan tim inti Manchester City. Katanya, alangkah baiknya jika Mancio, julukan Roberto Mancini, bisa memiliki 6 hingga 7 pemain segar dalam setiap pertandingan (tidak main dalam pertandingan sebelumnya).

 

Nostalgia Chelsea

Jika ucapan Mancio ini dikabulkan, bukan tidak mungkin Manchester City akan seperti Chelsea pada masa awal kekuasaan Roman Abramovich. Kala itu, pemain-pemain bintang dibeli dan disatukan dalam skuad super Chelsea. Sayang, skuad super tersebut nyatanya tetap tidak bisa mengantar Chelsea menjuarai Liga Champions. Bahkan, striker sekelas Andrii Shevcenko, Mateja Kezman, hingga Adrian Mutu seperti mendapati lorong buntu di Stamford Bridge karena gagal beradaptasi. Mereka yang dikenal garang di kotak penalti lawan, melempem dan kariernya nyaris tamat dalam gelimang uang Chelsea.

 

Deretan Pemain Bintang

Manchester City sendiri, yang sudah berpuasa gelar selama 34 tahun dan baru mewujudkan dahaga gelar tersebut musim ini, sudah jor-joran membeli pemain sejak 2008. Mereka pernah mendatangkan Robinho, penyerang Brazil dari Real Madrid. Nyatanya Robinho, meski tampil ciamik di awal kedatangannya, melempem dan baru bersinar kala hijrah ke AC Milan. Musim ini saja, City sudah mendatangkan 7 pemain kelas dunia untuk bergabung dengan The Citizen; Jérôme Boateng (dari Hamburg), Yaya Touré     (dari Barcelona), David Silva (dari Valencia), Aleksandar Kolarov (dari Lazio), Mario Balotelli (dari Internazionale Milan), James Milner (dari Aston Villa), dan terakhir pada pertengahan musim, striker Bosnia, Edin Džeko (dari Wolfsburg). Nyatanya, dengan pemain-pemain seperti itu, City terjerembab di babak 16 besar Europa League, tercecer di peringkat 4 Liga Inggris, dan pulang lebih awal kala dipermalukan oleh West Bromwich Albion di babak ketiga Piala Liga.

Capaian tersukses Manchester City di Piala FA, dengan menjuarainya, bahkan tidak dianggap oleh fans Manchester United, tim sekota. Alasannya, dengan belanja pemain sedemikian dahsyat, jika sampai City tidak merebut gelar, justru aib yang didapatkan.

 

Harga Mahal

Keputusan Mancini untuk membeli pemain baru pada musim depan barangkali terkesan arogan. Mentang-mentang tim asuhannya mendapatkan dana tak terbatas dari Abu Dhabi United Group, Mancio seperti ingin membeli semua pemain bintang. Namun, tak ada yang instan. Menumpuk pemain bintang, selain menimbulkan konflik karena ego pemain yang lebih besar, juga bisa mematikan karier sang pemain. Uang melimpah tidak akan membantu City membentuk tim kuat hanya dalam semusim.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda