Scroll to Top

6 Keuntungan Menikah

By Ilham Choirul / Published on Sunday, 17 Feb 2013

pasangan

Menikah bukan hanya menunjukkan status sosial saja. Para pasangan yang telah disatukan dalam ikatan resmi pernikahan, juga memiliki berbagai keuntungan seperti yang dikutip dari Huffington Post berikut ini:

  1. Orang yang menikah cenderung  menurun risikonya terkena serangan jantung. Pasangan lebih mungkin untuk mendapatkan hidup yang lebih sehat dibanding yang masih lajang. Studi yang dimuat European Journal of Cardiology Preventif menunjukkan, pria dan wanita yang menikah menurunkan risikonya untuk meninggal dengan serangan jantung dibanding rekan mereka yang belum menikah.
  2. Menikah dengan orang yang benar-benar dicintai, lebih mungkin untuk memperpanjang umur dibanding para lajang. Demikian menurut studi dari Michigan State Universty yang diterbitkan dalam jurnal Marriage and Family.
  3. Hubungan cinta membuat mental wanita lebih baik untuk jangka panjang. Kesehatan fisik wanita juga lebih baik karena alasan ini. Menurut studi yang diterbitkan British Medical Journal, peningkatan positif juga terjadi dalam hal kemanfaatan dalam diri orang yang menikah.
  4. Pria yang menikah lebih bahagia dengan yang masih bujangan. Berdasarkan studi  dari Michigan State University dikatakan, orang-orang yang belum menikah akan merasakan kebahagiaan yang lebih baik di saat mereka melepaskan status lajangnya.
  5. Hubungan pernikahan membantu seseorang yang habis operasi jantung untuk sembuh lebih cepat.  Dalam studi yan dilakukan Universitas Emory dan Rutgers menemukan, orang yang menikah tiga kali lebih mungkin untuk mendapatkan kelangsungan hidup yang lebih tinggi pasca-operasi jantung, dibandingkan yang lajang. Sementara itu, wanita yang menikah ikut mendapatkan jantung yang lebih sehat menurut studi yang disampaikan dalam pertemuan American Sociological Association.
  6. Orang yang terikat hubungan pernikahan yang sehat dengan pasangannya, rata-rata memiliki tingkat hormon stres yang lebih rendah daripada para lajang. Mereka lebih bisa saling merespons stres yang dialami pasangannya sehingga tidak sampai pada taraf depresi.  Demikian menurut studi University of Chicago.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda