Scroll to Top

Timnas Indonesia: BTN Versi Menpora Beda dengan BTN-nya Djohar Arifin

By Aditya / Published on Sunday, 17 Feb 2013

Rencana kubu Djohar Arifin Husin yang ingin membentuk Timnas Indonesia sendiri melalui Badan Tim Nasional (BTN) ternyata membuat bingung sejumlah kalangan. Selain tim Exco PSSI masih mempertahankan Timnas Indonesia yang diasuh oleh Nil Maizar, Menpora Roy Suryo pun sempat menyatakan akan membentuk BTN. Namun, BTN versi Menpora ternyata berbeda dengan BTN-nya Djohar Arifin.

Menpora memang berkeinginan membentuk suatu badan independen, yang kemudian disebutnya sebagai BTN, untuk menyelesaikan persoalan yang selama ini dialami oleh Timnas Indonesia. Seperti diketahui, selama kepengurusan PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin, timnas tidak diperkuat oleh pemain dari Indonesia Super League (ISL) karena dilarang oleh klubnya yang bernaung di bawah KPSI pimpinan La Nyalla Mattalitti.

“Kita harus mencari jalan tengah. Ini semua demi merah putih. Caranya, kita akan membuat Badan Tim Nasional (BTN),” ujar Roy Suryo.

BTN versi Menpora ini akan memanggil para pemain terbaik di Indonesia, baik dari ISL maupun dari Indonesia Premier League (IPL). Dengan mediasi pemerintah, diharapkan Timnas Indonesia yang lebih kuat bisa terwujud.

“Salah satu cara untuk menyatukan pemain dari ISL dan IPL adalah membentuk badan independen. Badan ini bisa diisi oleh orang-orang yang kompeten dari kedua kubu PSSI dan KPSI. Soalnya hingga sekarang KPSI masih keberatan untuk melepas pemain kalau timnas masih dikelola PSSI,” kata Menpora.

Di sisi lain, Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, ternyata juga berniat membentuk BTN bersama kubunya. Sebagaimana yang ramai dibicarakan, antara kubu Djohar Arifin dan para petinggi PSSI yang lain, termasuk para anggota Exco dan Sekjen Halim Mahfudz, tengah terlibat konflik internal.

Djohar Arifin Husin secara mendadak dan sepihak telah menunjuk pelatih baru untuk Timnas Indonesia, yaitu Luis Manuel Blanco. Tindakan Djohar Arifin ditentang oleh para pengurus PSSI lainnya karena dinilai tidak melalui mekanisme yang benar. Selain itu, mereka menegaskan bahwa Timnas Indonesia tetap dilatih oleh Nil Maizar.

Mengenai pembentukan BTN, Djohar Arifin mengatakan hal itu harus dilakukan demi kemajuan Timnas Indonesia dan sepakbola nasional. Perselisihan yang terjadi di antara pengurus PSSI, kata lanjut Djohar Arifin, merupakan urusan internal yang harus diselesaikan secara internal pula.

“Soal perbedaan itu urusan internal, yang pasti pembentukan BTN ini untuk memajukan sepakbola nasional. SK-nya sudah disiapkan dan akan terus dijalankan,” tandas Djohar Arifin Husin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda