Scroll to Top

Kenali Jenis Cabai yang Ada di Sekitar Kita

By C Novita / Published on Tuesday, 19 Feb 2013

jenis cabai

Cabai merupakan salah satu bumbu masak yang banyak digunakan dalam berbagai masakan di Indonesia. Rasanya yang pedas dan panas membuat aneka masakan khas di negara ini makin nikmat dan lezat.

Namun jenis cabai di Indonesia hanya beberapa saja. Ada cabai jenis lain di dunia yang ternyata memiliki tingkat kepedasan yang jauh lebih tinggi. Bahkan, rekor dunia pun telah mencatat jenis cabai terpedas yang pernah ada.

Anda ingin tahu jenis cabai terpedas di gunia? Simak berikut ini:

  1. Bhut jolokia (ghost pepper). Bhut jolokia merupakan cabai terpedas di dunia, yang bahkan masuk dalam rekor dunia. Cabai ini tumbuh subur di India, bahkan mampu menunjang perekonomian masyarakat di Timur Laut India. Efek yang akan dirasakan bila seseorang memakan segigit adalah mata berair dan hidung meler. Jika memakan 1 butir, maka akan terasa seperti seluruh indra terserang pedas, mirip dengan meneguk segelas minuman keras yang berisi pecahan kaca dan baterai sekaligus.
  2. Red savina pepper. Sebelum tahun 2006, jenis cabai ini merupakan jenis yang terpedas dalam rekor dunia, sebelum ditemukannya varietas bhut jolokia. Yang menemukan dan mengembangbiakan varietas cabai red savina ini adalah seorang asal California bernama Frank Garcia.
  3. Thai pepper. Jenis cabai ini yang banyak terdapat di wilayah Asia, termasuk Indonesia. Ingat cabai berwarna hijau tua yang kerap digunakan untuk teman makan tahu sumedang? Itu lah Thai pepper. Di Indonesia dikenal sebagai cengek, cabai rawit.
  4. Bell pepper. Ini cabai yang paling tak pedas, atau kerap disebut ‘sweet pepper’. Dikenal juga sebagai paprika, yang memiliki banyak varietas warna cerah. Untuk Anda yang tak menyukai pedas, paprika adalah pilihan.
  5. Cayenne pepper. Cabai ini dikenal sebagai cabai merah besar yang banyak ditemui di Indonesia, walau aslinya ia berasal dari Cayenne di French Guiana. Cabai ini banyak digunakan sebagai bumbu masak di Indonesia, juga untuk sambal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda