Scroll to Top

Gejala Saat Anda Menderita Shopaholic

By Ilham Choirul / Published on Tuesday, 19 Feb 2013

gila belanja

Shopaholic adalah orang-orang yang keranjingan untuk selalu berbelanja. Pengidap kecanduan ini sebagian besar adalah wanita yang memang sangat suka memiliki barang ini-itu. Tapi perlu Anda tahu, shopaholic kini dianggap sebagai sebuah penyakit mental seperti halnya kleptomania yang suka mengambil barang tanpa izin. Sebab, orang yang kecanduan belanja tidak bisa lagi mengontrol nafsunya untuk menghabiskan uang tanpa sebab yang jelas.

Penderita shopaholic dapat mengalami kelainan ini dengan tiga cara. Pertama, dia cukup spontan untuk membeli barang. Saat ada barang yang menarik hatinya, seketika itu juga dibeli. Atau, ketika menemui ada kata “diskon” untuk suatu item tertentu, dia langsung berbelanja tanpa berpikir memang diperlukan atau tidak.

Kedua, shopaholic berbelanja dengan asumsi bahwa belanja itu menyenangkan. Walhasil, belanja seperti semacam hobi yang harus disalurkan untuk menghindari stres. Terakhir, shopaholic dapat mengalami kecanduan belanja dengan keinginan memiliki semua barang. Tipe ini cukup berbahaya karena dia inginnya selalu belanja apa pun meski barang yang dibeli tidak disukai. Gaji bulanan pun bakal habis sebelum waktunya.

Dikutip dari Genius Beauty, gejala shopaholic bisa dirasakan. Berikut ini gejala shopaholic yang bisa ditemukan:

  1. Anda  membeli barang-barang melebihi dari yang sudah direncanakan.
  2. Anda sangat tidak nyaman berada di tempat belanja jika belum membeli apa pun.
  3. Sekali pun sudah memiliki gaji lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan, Anda selalu merasa kurang dan memerlukan tambahan uang untuk berbelanja.
  4. Tidak peduli apakah sedang membutuhkan atau tidak, Anda berhasrat membelanjakan uang untuk mendapatkan sesuatu.
  5. Anda menjadi kolektor minyak wangi dan kosmetik walaupun belum tentu semua itu bakal Anda kenakan.
  6. Diam-diam, Anda menyembunyikan sebagian uang belanja keluarga untuk memenuhi keinginan untuk belanja urusan pribadi. Anda pun merahasiakan total belanja yang sudah dikeluarkan dari suami.
  7. Anda punya pendapat bahwa obat terbaik untuk menghadapi hari atau mood yang buruk adalah dengan belanja.
  8. Baju-baju baru tampak sering menghiasi lemari Anda, padahal belum tentu Anda memerlukannya.
  9. Anda meremehkan kebiasaan belanja itu sebagai sesuatu yang tidak perlu diperdebatkan.
  10. Keluarga, teman, dan kerabat lain sering mengatakan bahwa Anda punya kebiasaan sebagai tukang belanja. Ini adalah pernyataan nyata jika Anda memang menderita shopaholic.
  11. Anda cukup senang saat belanja tidak ditemani orang lain yang mungkin bakal mengganggu saat Anda memilih barang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda