Scroll to Top

Tak Ingin Dipecat? Hindari 8 Perilaku Buruk Ini di Media Sosial

By Ibnu Azis / Published on Thursday, 21 Feb 2013

Laptop Kantor

Social media dan bekerja. Dua hal ini memang tidak bisa dipisahkan. Jika Anda disandera oleh media sosial tatkala bekerja, hindari 8 perilaku buruk berikut yang bisa berujung pada pemecatan hubungan kerja atau PHK.

1. Komentar kontroversial

Mulut mu harimau mu. Di media sosial hal ini pun berlaku. Jika tak ingin berujung perkara, berfikirlah sebelum berkomentar. Ingat, internet tak miliki tombol delete. Meski komentar kontroversi telah dihapus, namun khalayak umum terlanjur merekamnya di otak mereka. Siapa tahu salah satunya atasan Anda.

2. Posting sesuatu yang rahasia

Sebuah rahasia miliki harga. Dan harganya tak gratis. Ada yang harus dibayar jika rahasia itu terbongkar. Jika perusahaan Anda miliki sebuah rahasia, jangan hanya menguncinya. Tutup, jika perlu buang jauh-jauh. Jangan berlagak Sherlock Holmes yang suka ikut campur urusan orang terlebih membocorkannya.

3. Mengatai klien

Tamu adalah raja. Begitu pula konsumen atau klien. Jika Anda kesal pada mereka, jangan lampiaskan di media sosial. Bos Anda tak hanya miliki 2 telinga dan 2 mata. Atasan miliki banyak corong yang 24 jam siap melapor jika anak buahnya lakukan sekecil apapun.

4. Tak menghargai anak buah

Anda bukan siapa-siapa di kantor jika tanpa anak buah. Meski mereka tak loyal, suka merengek, atau bandel, tetap saja mereka adalah orang yang menyokong Anda eksis menjalankan bisnis. Jika mereka menyebalkan, jangan bawa kasus ini ke media sosial. Cukup intern, empat mata, face to face, atau dengan mediasi.

5. Posting foto tak pantas

Narsis boleh saja namun jangan kelewat batas. Ada pagar dan pembatas yang tak boleh dilalui. Jangan sekali-kali memosting foto tak pantas dengan alasan bercanda, guyonan, apalagi narsisme. Otak lebih mudah merekam gambar daripada teks. Manusia mudah mengingat visual daripada kata-kata. Bisa malu seumur hidup si korban jika Anda lakukan demikian. Terlebih hal ini dilakukan pada bos Anda.

6. Ciptakan animasi foto rekan kerja

Masih terkait dengan poin sebelumnya, memosting foto miliki banyak kategori. Salah satunya foto animasi atau sering disebut gif. Nah foto dalam jenis ini biasanya berujung pada sindiran, guyonan, atau humor yang tak pantas. Jangan buat gambar gif yang melecehkan rekan kerja Anda.

7. Menggunjing bos

Seburuk apa pun bos Anda, ia bukan bahan untuk ‘didiskusikan’ di media sosial. Pengguna lain yang membaca, pasti akan miliki interpretasi yang berbeda-beda. Jika menggunjingkan hal yang positif tak jadi soal. Namun jika negatif, bisa berbuntut panjang.

8. Bermain api

Jika Anda termasuk orang yang nekat, suka tantangan, tak bisa diam, enerjik, atau tertarik dengan sesuatu yang baru di kantor atau perusahaan, jangan sekali-kali menceritakan kegilaan itu di media sosial. Anda boleh ‘gila’. Itu sah-sah saja. Namun simpan untuk diri Anda sendiri. Perusahaan tak butuh ide gila Anda kecuali buat keuntungan perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda