Scroll to Top

Timnas Indonesia Harus Dikelola Kaum Muda & Profesional

By Aditya / Published on Friday, 22 Feb 2013

Timnas Indonesia AFF Cup 2012

Sudah saatnya Timnas Indonesia dikelola oleh orang-orang profesional dari kalangan muda yang memang berdedikasi tinggi terhadap perkembangan dan kemajuan sepakbola di tanah air. Itulah yang diinginkan oleh mantan Ketua Badan Tim Nasional (BTN) di era terdahulu, Iman Arif, menyikapi pembentukan BTN baru-baru ini oleh Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin.

”Kalau boleh usul, sudah waktunya timnas dipegang orang profesional, muda, dan punya dedikasi penuh terhadap kegiatan timnas,” ujar Iman Arif di Jakarta, kemarin.

Iman Arif juga menyayangkan apabila BTN masih dihuni oleh orang-orang yang lekat dengan muatan kepentingan politik. Menurutnya, Timnas Indonesia memerlukan orang-orang yang lebih jujur dan berkomitmen untuk membawa sepakbola nasional menjadi lebih baik.

“Iya sayang. Masa politisi. Menurut saya, harusnya profesional yang ada di BTN,” kata Iman Arif.

“BTN memerlukan orang berdedikasi penuh terhadap rencana jangka panjang dan pendek, pembinaan, serta kegiatan misi timnas secara keseluruhan, termasuk membawahi pemantauan terhadap pemain dan perkembangan pemain selama pemusatan latihan,” lanjutnya.

BTN bentukan Djohar Arifin Husin, yang juga menggandeng KPSI pimpinan La Nyalla Mattalitti, memang masih berisikan para pengurus yang berasal dari kalangan politikus. Ada Isran Noor (Bupati Kutai Timur dan politisi Partai Demokrat), Habil Marati (anggota DPR dan politisi PPP), Tommy Arief (Partai Demokrat), dan lain-lain.

Di sisi lain, pembentukan BTN oleh kubu Djohar Arifin Husin dan KPSI sebenarnya masih menjadi polemik karena saat ini PSSI pun sedang mengalami konflik internal. Kubu yang dipimpin oleh Djohar Arifin Husin berseberangan paham dengan beberapa petinggi PSSI lainnya, terutama dari tim Exco dan Sekjen PSSI Halim Mahfudz.

Polemik tersebut disebabkan karena Djohar Arifin Husin secara sepihak telah menunjuk pelatih baru untuk Timnas Indonesia, yaitu Luis Manuel Blanco. Tindakan Djohar Arifin itu ditentang oleh para petinggi PSSI lainnya karena dinilai tidak melalui mekanisme yang benar. Selain itu, mereka menegaskan bahwa Timnas Indonesia tetap dilatih oleh Nil Maizar.

Mengenai pembentukan BTN, Djohar Arifin mengatakan hal tersebut harus dilakukan demi kemajuan Timnas Indonesia dan sepakbola nasional. Perselisihan yang terjadi di antara pengurus PSSI, kata lanjut Djohar Arifin, merupakan urusan internal yang harus diselesaikan secara internal pula.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda