Scroll to Top

Michael Laudrup: Gelar Juara Akan Sangat Penting Artinya Bagi Swansea

By Wan Faizal / Published on Sunday, 24 Feb 2013

Swansea City

Malam nanti, perhatian publik sepakbola Inggris akan tertuju ke Stadion Wembley, tempat digelarnya laga Final Capital One Cup 2013 antara Bradford City vs Swansea City. Manajer Swansea, Michael Laudrup, menyatakan akan membantu timnya untuk menjadi juara karena gelar tersebut akan sangat penting bagi klub medioker sekelas The Swans.

Berdiri sejak 1912, paling banter klub asal Wales itu hanya bisa menyabet 10 kali trofi Welsh Cup dan dua Football League Trophy. Maklum saja, dahulu Swansea bukanlah tim besar.

Oleh karenanya, Laudrup paham benar arti pertandingan final ini bagi klub, pemain, maupun fans Swansea. Andai menang, maka gelar nanti merupakan gelar pertama mereka di sebuah turnamen berkelas.

“Saya tahu betapa pentingnya arti memenangi trofi tersebut bagi klub dan fans. Ini adalah pertandingan terbesar dalam sejarah klub, dan saya menghormatinya. Jika dibandingkan dengan beberapa pertandingan lain, final ini bukanlah pertandingan besar. tapi tetap saja berarti besar bagi saya,” beber Laudrup.

“Sebelum laga perempat final lawan Middlesbrough, saya bertanya pada para pemain mengenai siapa saja yang pernah bermain di laga final sebuah turnamen besar. Dari 20 pemain yang saat itu ada, tak seorangpun mengacungkan tangannya. Itulah kenapa pertandingan nanti akan berarti penting.”

Laudrup tak menyangkal bahwa timnya akan lebih diunggulkan untuk mengakhiri laga dengan senyuman. Maklum saja, Bradford yang menjadi lawan adalah tim yang berasal dari kasta keempat sepakbola Inggris. Bandingkan dengan Swansea yang bermain di kasta teratas.

Michael Laudrup-Swansea

“Kami adalah favorit juara. Saya tidak mengatakan bahwa kami tim terbaik, atau tim yang akan menang. Tapi saya juga tak bisa menyanggah fakta bahwa kami adalah tim Premier League dan mereka berasal dari divisi empat.”

“Itulah kenapa setelah pertandingan lawan Chelsea (di semifinal), saya berkata bahwa kami adalah kejutan kecil dan Bradford adalah kejutan besar. Saya paham fans Swansea akan lebih memilih lawan Bradford di final, dan saya juga berharap demikian. Menakjubkan kami bisa sampai di final, tapi mereka adalah sebuah keajaiban tersendiri.”

Sebelumnya, manajer asal Denmark itu sudah pernah dua kali bermain di Wembley dan bisa mengakhiri semuanya dengan kemenangan. Ia berharap bisa mencetak kemenangan ketiga saat bersama Swansea nanti.

“Wembley adalah tempat yang bersahabat bagi saya. Pada 1983, saya membawa Denmark menang 0-1 atas Inggris. Dan pada 1992, saya mengantar Barcelona menang 1-0 atas Sampdoria di Final Liga Champions. Saya berharap bisa mencetak hat-trick saat lawan Bradford.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda