Share

manfaat jamur untuk kesehatan

Jamur kini mulai banyak dikembangkan di Indonesia, sehingga tak sulit lagi bagi masyarakat menemukannya di pasar-pasar tradisional. Kandungan protein jamur cukup tinggi, tak kalah dari daging dan ayam serta telur.

Cita rasa jamur pun lezat, hampir mirip dengan struktur daging ayam. Kenyal serta gurih. Dengan pengolahan yang tepat, jamur kini jadi salah satu hidangan andalan kaum vegetarian untuk mendapatkan sumber protein dari bahan nabati.

Namun tentu tak semua jamur dapat dikonsumsi, sebab jamur yang tumbuh liar di alam ada beberapa yang beracun. Racun dalam jamur liar kadang cukup berbahaya karena bisa menyebabkan kematian.

Jamur yang dapat dikonsumsi biasanya merupakan hasil budidaya, misalnya jamur tiram, shitake, reishi, porcini, dan chanterelle. Tak hanya protein, jamur juga kaya vitamin, mineral, dan asam amino.

Manfaat jamur bagi kesehatan pun cukup banyak. Jika dikonsumsi secara teratur, maka jamur dapat mengobati penyakit kanker payudara, prostat, diabetes, serta menurunkan kadar kolesterol yang tinggi.

Jamur kancing mengandung selenium yang bermanfaat bagi mereka yang sedang diet menurunkan berat badan. Jamur ini juga baik dikonsumsi oleh penderita prostat. Karbohidrat pada jamur kancing dapat memperbaiki metabolisme dan menormalkan kadar gula darah.

Jamur shitake punya manfaat memerangi sel tumor karena mengandung senyawa lentinan yang tinggi, yaitu senyawa anti-tumor. Vitamin D-nya juga baik untuk mencegah terjadinya infeksi.

Sedangkan jamur reishi atau jamur kuping, kaya zat anti-kanker, anti-oksidan, anti-bakteri, anti-virus, dan juga anti-jamur. Jamur yang lezat dimasak sebagai bahan sup ini mampu mengurangi kolesterol jahat dan menurunkan tekanan darah.