Scroll to Top

Barcelona: Era Kehebatan Lionel Messi dkk Akan Berakhir?

By Fitra Firdaus / Published on Wednesday, 27 Feb 2013

Barcelona: Era Kehebatan Lionel Messi dkk Akan Berakhir?

Barcelona dalam empat musim terakhir menunjukkan kedahsyatan luar biasa: meraih 14 gelar. Namun, kekalahan mereka atas dua klub besar, AC Milan dan Real Madrid dalam waktu yang berdekatan, bisa menjadi lampu merah untuk klub Catalan. Bukan tidak mungkin era kehebatan Barca akan berakhir mulai tahun depan.

Mighty Barca. Klub dari planet lain. Tim yang mengajarkan cara bermain sepakbola. Demikian label yang disematkan kepada Lionel Messi dkk. sejak Pep Guardiola datang pada musim panas 2008. Faktanya, memang label itu tepat. Barcelona menjadi klub paling ditakuti. Siapa pun yang berhasil meraih kemenangan dari mereka akan dipuja setinggi langit. Dan bahkan, Real Madrid pun dibuat iri dengan rentetan gelar yang didapatkan sang seteru selama empat tahun terakhir.

Namun, keadaan seakan berubah dalam sepekan terakhir. Tiga laga terakhir, pada duel vital musim ini, Barcelona terdepak dua kali. Satu oleh AC Milan (2-0) di Liga Champion. Satu oleh Real Madrid yang membuat mereka kehilangan kesempatan mempertahankan gelar Copa del Rey.

Jika sebuah klub kalah, tapi menampilkan perlawanan sengit, tentu tidak masalah. Tapi, yang diperagakan Barca dalam dua kekalahan tersebut, jauh dari kata apik. Ketika Lionel Messi dikunci dan para pemain lawan membentengi kotak penalti dari sihir tiki-taka Andres Iniesta cs., kehebatan itu hilang.

Barca, bagaikan kembali ke masa-masa akhir kepelatihan Frank Rijkaard: jago dalam ball possessions, tapi kesulitan mendobrak pertahanan lawan, hingga ke titik paling rendah.

Tentu tidak adil jika berkata, era Barcelona akan lenyap begitu saja. Bisa jadi ini hanya faktor tidak adanya pelatih utama. Ya, Jordi Roura, diakui atau tidak, belum bisa sekelas dengan Tito Vilanova atau Pep Guardiola. Penampilan Barca ketika melawan Real Madrid, memang lebih tajam daripada kala mereka berangkat ke San Siro. Tapi, Roura tak memiliki alternatif untuk mengubah jalan cerita pertandingan.

Masih ada kesempatan. Setidaknya hingga Tito Vilanova pulih. Hingga, kita bisa melihat apakah kurang trengginasnya Barca karena faktor pelatih atau bukan. Setidaknya, hingga akhir musim ini. Ketika, kemungkinan besar, gelar Liga Spanyol akan datang ke Camp Nou. Namun, perjalanan musim depan, tidak ada yang tahu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda