Scroll to Top

Timnas Indonesia Terancam Dualisme Jilid Kedua?

By Aditya / Published on Thursday, 28 Feb 2013

Timnas Indonesia Jersey

Diresmikannya Badan Tim Nasional (BTN) oleh kubu Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin yang bergabung dengan La Nyalla Mattalitti dan kawan-kawan dengan membentuk Timnas Indonesia yang dilatih oleh Luis Manuel Blanco ternyata tidak disepakati oleh beberapa anggota Exco PSSI. Bahkan, mereka tetap akan menjalankan Timnas Indonesia di bawah asuhan Nil Maizar. Akankah jilid kedua dualisme Timnas Indonesia akan terjadi?

Djohar Arifin Husin secara tiba-tiba menunjuk Luis Manuel Blanco sebagai pelatih Timnas Indonesia tanpa sepengetahuan tim Exco PSSI yang digawangi oleh Bob Hippy dan Sihar Sitorus. Alhasil, kubu Bob Hippy menolak keberadaan Timnas Indonesia asuhan pelatih asal Argentina itu dan menegaskan bahwa Timnas Indonesia yang asli adalah tim yang diasuh oleh Nil Maizar.

“Kami akan tetap menjalankan program yang ada. Nil Maizar tetap pelatih tim nasional!” tandas Bob Hippy belum lama ini.

Jika kedua belah pihak tetap bertahan pada kemauan masing-masing, maka dualisme Timnas Indonesia jilid kedua tidak akan bisa dihindari. Indonesia akan memiliki dua timnas lagi, yaitu Timnas Indonesia versi BTN asuhan Luis Manuel Blanco dan Timnas Indonesia versi Bob Hippy cs asuhan Nil Maizar.

Timnas Indonesia versi BTN rencananya akan diperkuat oleh para pemain terbaik Indonesia dari semua kompetisi, baik Indonesia Super League (ISL) maupun Indonesia Premier League (IPL). Sedangkan Timnas Indonesia asuhan Nil Maizar tentunya hanya akan dihuni oleh para pemain dari IPL, Divisi Utama PSSI, dan tim PON.

Sebelumnya, dualisme Timnas Indonesia juga sudah pernah terjadi. Kala itu, kepengurusan PSSI di bawah pimpinan Djohar Arifin Husin masih solid dan mendukung penuh Timnas Indonesia yang dilatih Nil Maizar dan hanya diperkuat oleh para pemain dari IPL.

Di pihak lain, La Nyalla Mattalitti dan kawan-kawan yang saat itu masih mengibarkan bendera KPSI juga membentuk Timnas Indonesia yang disebut sebagai The Real Garuda di bawah gemblengan Alfred Riedl yang diisi oleh para pemain dari ISL.

Lantas, mau dibawa ke mana Timnas Indonesia jika kondisinya terus saja amburadul dan masih sarat kepentingan seperti ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda