Scroll to Top

Barcelona, Ada Apa Denganmu?

By Fitra Firdaus / Published on Saturday, 02 Mar 2013

Barcelona, Ada Apa denganmu

Barcelona, setelah empat tahun berada dalam kejayaan, mengalami masa krisis. Penampilan mereka jauh dari kata baik. Dan seakan, seluruh tim besar di dunia memiliki ‘formula anti Barca’. Bermain bertahan, menyusun serangan balik cepat, sudah cukup membuat lawan-lawan Lionel Messi dkk. menyabet kemenangan dari mereka. Sebenarnya ada apa dengan Barcelona?

Tiga tahun pertama di tangan Pep Guardiola, tiki-taka ‘menghabisi’ semua lawan. Tak pandang bulu, mulai dari tim gurem seperti Real Betis hingga Real Madrid pernah dihajar dengan skor 5-0. Namun, sejak April musim lalu, ketika Chelsea dan Real Madrid mengakhiri perjalanan Barca pada bulan April 2012 (di Liga Champion dan Liga Spanyol), Barcelona mulai terlihat kedodoran. Dan Februari ini, awan mendung yang lebih kelam, menyelimuti Camp Nou.

Penyegaran bukannya tidak dilakukan. Setelah Pep Guardiola tak memperpanjang kontrak, Tito Vilanova memegang kendali. Di bawah asuhan Tito, keadaan membaik. Barcelona menjadi tim yang lebih subur dan lebih mampu membalikkan keadaan. JIka selama dilatih Pep —terutama di tahun terakhir— ada kalanya Barca buntu dan tak bisa mengembangkan permainan, ketika Tito menjadi arsitek utama, permainan kubu Camp Nou lebih cair. Seringkali, pergantian pemain yang dilakukan Vilanova, membuat kemacetan berubah menjadi kemenangan.

Namun, kini tiba saat-saat fatal. Kala Tito tak lagi memegang kendali, Barcelona cenderung statis. Keterlambatan pergantian pemain (sekaligus kesalahan dalam memasukkan orang yang tak bisa mengubah jalannya laga), tidak adanya perhatian terhadap detail terkecil di lapangan, kehilangan konsentrasi, tak adanya pemain yang memiliki akurasi tembakan dari luar kotak penalti, dipadu dengan matinya tim ketika Xavi Hernandez dan Lionel Messi ‘dihilangkan’ lawan.

Seakan, tidak butuh cara ampuh bagi lawan Barcelona. Selama mereka adalah tim dengan kualitas pemain tinggi, cukup memarkir bus di depan gawang, selesailah perkara. Logikanya, untuk apa mencari mati dengan membiarkan para pemain klub Catalan bertik-tak tik-tak di kotak penalti? Halangi mereka sebelum seperempat terakhir lapangan, dan Barca akan tumpul.

Ada apa dengan Barcelona? Barangkali, kita akan berkata, “tidak ada apa-apa, tapi lawan semakin berkembang dan semakin mengekspos kelemahan klub Catalan, sementara alternatif belum ditemukan Barca.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda