Scroll to Top

Kontribusi Google Plus Dalam Bencana Badai Irene Di Amerika Serikat

By Aisyah Indarsari / Published on Saturday, 27 Aug 2011

Akhir-akhir ini berbagai jejaring sosial saling berlomba mengklaim mereka yang paling berperan penting dalam penyampaian informasi mengenai bencana yang sedang terjadi di suatu wilayah.

Terakhir seperti yang diberitakan pada Sidomi News beberapa waktu yang lalu, bahkan sebuah studi di Amerika Serikat telah mengukur keberhasilan Facebook dalam membantu korban bencana alam.

Pengguna Twitter pun tidak mau kalah, mereka mengklaim jejaring sosial ini memiliki andil sebagai media yang paling responsif memberitakan informasi yang terjadi selama kerusuhan London beberapa waktu yang lalu.

Dan kali ini, jejaring sosial baru besutan Google, Google+, juga seakan tidak mau kalah, memberikan kontribusi terbarunya dalam badai Irene yang saat tulisan ini dipublish sedang terjadi di Amerika Serikat.

Jika Twitter dapat secara efisien menyampaikan informasi terkait bencana yang sedang terjadi dalam maksimal 140 karakter kepada para penggunanya, Facebook bermanfaat sebagai media untuk mengetahui kondisi dan kabar sanak saudara di area yang ditimpa bencana, Google+ tampil dengan memberikan informasi yang jauh lebih sophisticated kepada para penggunanya.

Dengan karakter yang kaya dan unik serta tidak terbatas, bahkan para pengguna Google+ dapat memantau perkiraan pergerakan badai Irene tersebut cukup dengan mem-follow akun Google+ beberapa ahli meteorologi yang secara aktif menyampaikan informasi tersebut dengan cukup akurat di posting stream mereka.

Seperti contohnya akun Google+ milik Brad Panovich, seorang kepala ahli meteorologi di suatu stasiun televisi di Amerika, seperti yang dikutip dari InsideGPlus, yang secara up to date memberikan informasi tentang perkiraan pergerakan badai tersebut.

Selain Brad, bahkan ada beberapa ahli meteorologi lainnya yang juga memiliki akun Google+ secara aktif menginformasikan hal-hal penting yang sangat bermanfaat sehubungan dengan badai besar yang sedang terjadi di Amerika saat ini.

Walaupun tiap jejaring sosial menawarkan kelebihannya dan terutama dengan karakteristik keterbatasan masing-masing, kembali kepada Anda para pengguna jejaring sosial ini untuk dapat memanfaatkannya semaksimal mungkin.

Dan besar harapan kami, bahwa hal ini juga bisa menginspirasi para ahli penanggulangan bencana di Indonesia, untuk juga bisa memanfaatkan sosial media dalam situasi genting jika terjadi bencana alam di negara ini. Bagaimana menurut Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda