Scroll to Top

Harlem Shake Jadi Media Protes di Negara-Negara Arab

By Ibnu Azis / Published on Monday, 04 Mar 2013

Harlem Shake

Harlem Shake memang sedang jadi primadona di seluruh dunia. Namun di negara-negara Arab, video 30 detik tersebut jadi momok. Ulama Tunisia bahkan mengganjar joget edan itu haram. Ya, Harlem Shake di negara-negara Arab dijadikan media protes.

Di Mesir Harlem Shake dijadikan simbol perlawanan terhadap kubu pemenang pemilu. Majelis Syura Ikhwanul Muslimin yang dipimpin Mohammed Badie dinilai terlalu memaksakan kehendaknya.

“Mereka mendikte pemerintahan karenanya revolusi Mesir belum selesai,” tegas Faris Sayyed, salah satu pegiat protes Mesir.

Polisi Mesir dikenal garang. Mereka miliki persenjataan lengkap untuk menangani demonstran. Joget Harlem Shake dipilih sebagai demo damai. Ini dilakukan sebagai siasat agar pihak keamanan tak menggebuki mereka.

Lain Mesir lain pula Tunisia. Kelompok Islam radikal bentrok dengan mahasiswa yang sedang mengabadikan joget gokil ini. Namun mereka berada di lokasi yang salah. Harlem Shake dilakukan di Sidi Bouzid, kota awal revolusi yang menumbangkan Presiden Zainal Abidin bin Ali.

Perselisihan tak berhenti sampai di sini. Di Ibukota Tunisia bentrok pun terjadi. Akun jejaring sosial dan situs kelompok Islam konservatif bahkan menfatwa haramkan joget 30 detik tersebut. Mereka menyamakan dengan merokok dan orientasi seksual.

Kembali ke Mesir, pekan lalu empat pemuda lakukan joget Harlem Shake hanya dengan  mengenakan celana dalam di depan umum. Niat akan mengunggah ke Youtube, aksi konyol ini harus berakhir di bui. Polisi menangkap mereka.

[youtube width=”600″ height=”300″]h-B_94gn6BI[/youtube]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda