Scroll to Top

TweetDeck Tak Lagi Mendukung Integrasi Facebook

By Ibnu Azis / Published on Wednesday, 06 Mar 2013

Tweetdeck

Kemarin TweetDeck membuat kebijakan yang cukup mengejutkan. Mereka menutup produknya di desktop dan mobile (Android dan iOS). Tak hanya itu saja, satu lagi kebijakan yang mungkin belum banyak pengguna tahu, TweetDeck juga mematikan integrasi Facebook.

Bisa dikatakan TweetDeck adalah pelopor platform Twitter di ranah desktop. Nama-nama lainnya seperti Seesmic (kini milik HootSuite) dan lainnya pada rontok tenggelam kalah mutakhir oleh startup yang mulanya ber-home base di London ini.

Tahun 2011 silam, TweetDeck diakuisisi oleh Twitter. Rumor yang berkembang mahar untuk meminang TweetDeck di angka USD 40 juta. Mulanya TweeDeck tak hanya mendukung Twitter saja, aplikasi ini juga support Facebook, LinkedIn, Google Buzz, dan Foursquare.

Ketika proses akuisi tuntas, Tweetdeck hanya mendukung dua media sosial saja: Twitter dan Facebook. Kini Facebook pun dibuang. Tinggal Twitter seorang. Apa alasan Twitter tak lagi mencantumkan Facebook di keluarga besar TweetDeck?

Secara sepintas dari postingan yang ditulis TweetDeck di laman blog-nya, Twitter ingin lebih fokus ke aplikasi berbasis web. Dengan demikian TweetDeck hanya konsentrasi ke TweetDeck versi web saja (Web.Tweetdeck.com).

Selain itu Twitter ingin TweetDeck lebih fokus pula ke aplikasi berbasis Chrome. Seperti diketahui TweetDeck juga hadir di Google Chrome lewat sebuah ekstensi.

Namun tetap saja apa yang dijelaskan TweetDeck tidak menjawab mengapa mereka harus mematikan Facebook integration. Apakah ini masih terkait dengan polemik lama dan babak baru Twitter vs Facebook?

Bisa jadi demikian. Jika kita menilik ke belakang, satu demi satu layanan terkait dengan Facebook mulai dipreteli integrasinya. Tengok saja kasus yang sempat booming tahun lalu ketika Twitter tak lagi menampilkan foto-foto Instagram.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda