Scroll to Top

Juventus vs Celtic 2-0: Keperkasaan Si Nyonya Tua

By Fitra Firdaus / Published on Thursday, 07 Mar 2013

Juventus vs Celtic 3-0

Juventus menunjukkan keperkasaan mereka sekaligus seperti memberi sinyal bahwa mereka layak menjadi calon kuat juara Liga Champion musim ini. Menjalani leg kedua babak 16 besar Liga Champion yang digelar pada Kamis, 7 Maret 2013, Bianconeri tak kesulitan menciptakan hasil pertandingan Juventus vs Celtic skor 2-0. Duo bomber Si Nyonya Tua dini hari ini, Alessandro Mati dan Fabio Quagriarella menjadi teror bagi pertahanan Celtic. Hasil Liga Champions ini membuat Juventus lolos ke perempat final dengan agregat 5-0.

Duel Juventus vs Glasgow Celtic sebenarnya nyaris ‘tidak berarti’ dengan kemenangan besar yang didapatkan Bianconeri kala bertandang ke Skotlandia dua pekan lalu. Kedua tim sama-sama memasang line-up yang berbeda dibandingkan partai terakhir mereka di kompetisi domestik masing-masing. Tuan rumah mengandalkan duet Alessandro Matri dan Fabio Quagliarella, sementara Celtic bergantung pada seorang Gary Hooper sendirian sebagai ujung tombak.

Yang terjadi di Juventus Stadium pun bagaikan dejavu pertemuan pertama kedua tim. Bianconeri membiarkan tim tamu menguasai jalannya pertandingan, lantas mengekspos kedodoran mereka lewat serangan balik rapi. Ciri khas sepakbola Italia, sekaligus membuktikan kedewasaan permainan anak asuh Antonio Conte.

Gol pembuka di laga ini terlahir di menit 24. Berawal dari serobotan Andrea Barzagli pada Gary Hooper, bola mengalir pada Quagliarella yang melepaskan tembakan di dalam kotak penalti. Fraser Foster berhasil menepisnya, tapi tidak untuk rebound Matri. Gol keempat Juventus ke gawang Celtic, dan dua di antaranya dihasilkan orang Italia bernomor punggung 32.

Juventus vs Celtic 3-0 1

Men vs Boys atau kumpulan pria melawan bocah laki-laki. Gambaran itu yang kembali terjadi di Juventus Stadium. Celtic melepaskan 15 tembakan, tapi hanya lima yang benar-benar mengarah ke gawang Gianluigi Buffon. Ball possessions yang lebih banyak pun tak berpengaruh karena siapa yang lebih efektif, dialah yang layak menggenggam kemenangan. Juventus, menyadarkan perbedaan dengan Celtic, lewat gol kedua mereka yang terjadi di menit 65.

Fabio Quagriarella. Pria ini menjadi puncak peragaan cantik Bianconeri. Berawal dari umpan lambung Andrea Pirlo, Arturo Vidal yang lolos dari jebakan offside menyodorkan bola kepada striker Italia yang tanpa kesalahan menjebol gawang Forster dari jarak sangat dekat.

Juventus berhasil menggenggam skor 2-0 ketika peluit akhir berbunyi. Tim tamu, mesti menyadari takdir yang cukup pahit: tak kunjung menang dalam 10 lawatan terakhir ke Italia. Plus, terbenam merasakan pesona Si Nyonya Tua.

Juventus Celtic
8(5) Tembakan (Tembakan ke Gawang) 15(5)
14 Pelanggaran 15
1 Tendangan Sudut 3
3 Offside 2
44% Penguasaan Bola 56%
1 Kartu Kuning 1
0 Kartu Merah 0
5 Penyelamatan 3

Juventus: Buffon; Barzagli, Marrone, Bonucci, Padoin, Vidal (Isla ’67), Pirlo (Giaccherini ’69), Pogba, Peluso (Asamoah ’59), Matri, Quagliarella.

Glasgow Celtic: Forster; Matthews (Forrest ’53), Wilson, Wanyama (Ambrose ’46), Izaguirre; Samaras, Kayal, Ledley, Mulgrew; Commons (Nouioui ’73); Hooper

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda