Nyepi 2013 Jatuh Pada Tanggal 12 Maret

Nyepi 2013 Jatuh Pada Tanggal 12 Maret

Nyepi 2013 tanggal berapa? Demikian yang banyak ditanyakan orang. Hari Raya Nyepi akan jatuh pada tanggal 12 Maret 2013, sekaligus merupakan perayaan Tahun Baru Saka 1935.

Kalender Saka Bali memang unik. Tahun baru bagi kalender ini, tidak seperti dalam kalender biasanya. Kalender Masehi dan Kalender Islam mengenal tahun baru pada tanggal pertama bulan pertama setiap tahunnya. Akan halnya penetapan tahun baru pada Kalender Saka Bali, dijatuhkan pada sasih (bulan) Kadasa (kesepuluh). Idealnya, tahun baru tersebut jatuh pada penanggal 1, atau sehari setelah bulan mati (tilem).

Selain kalendernya yang unik, hari raya Nyepi juga berbeda dari perayaan tahun baru lain. Jika perayaan tahun baru Masehi dipenuhi hingar-bingar, maka Tahun Baru Saka dimulai dengan keheningan. Sesuai dengan namanya, Nyepi, yang bermakna sunyi atau senyap. Pada hari ini, umat Hindu tidak mengadakan kegiatan seperti pada hari-hari lain.

Ada empat pantangan yang mesti dikerjakan oleh umat Hindu pada Hari Raya Nyepi. Yaitu, amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mengerjakan kegiatan yang mengumbar hasrat duniawi).

Dengan ‘mengekang’ diri pada empat pantangan ini, diharapkan umat Hindu dapat menyucikan diri. Melakukan introspeksi atas kesalahan-kesalahan pada setahun lampau, serta menanamkan niat baik untuk memulai kerja mulia pada setahun mendatang.

Rangkaian pelaksanaan Hari Raya Nyepi sendiri terdiri dari beberapa tahap. DImulai dari Upacara Melasti yang berlangsung tiga atau dua hari sebelum Nyepi. Semua sarana persembahyangan yang ada di Pura, di arak ke pantai atau danau. Tujuannya mendapatkan tirtha amerta (air suci) dari Sang Hyang Widhi demi menghapus semua kekotoran yang melekat pada manusia dan alam.

Sehari sebelum Nyepi, jatuhlah Tawur Kesanga. Pada upacara tawur ini, umat Hindu mempersembahkan caru (semacam sesajian). Tujuannya, agar para bhuta tidak menurunkan sifat-sifat jahatnya kepada manusia pada perayaan hari nyepi. Juga, demi melenyapkan sifat-sifat buruk yang melekat pada umat Hindu.

Setelah Nyepi, masih ada rangkaian terakhir, yaitu hari Ngembak Geni. Pada hari ini, umat saling berkunjung dan memaafkan satu sama lain.

Rangkaian upacara umat Hindu dalam merayakan tahun baru, kental dengan nuansa introspeksi diri dan pengekangan hawa nafsu. Sesuatu yang membuat hari raya ini begitu istimewa.

Foto: http://www.indonesia.travel/

Komentar Anda

Leave A Response