Scroll to Top

Berakhirnya Era Telepon Umum, di Inggris Dilelang Mulai Rp 28 Ribu

By Ibnu Azis / Published on Monday, 11 Mar 2013

Boks telepon umum

Telepon umum (payphone) mungkin tak populer lagi di Inggris. Hal ini bukannya tanpa alasan. Boks merah – lokasi dimana telepon umum ditempatkan – kini telah perlahan digusur. Bahkan boks tersebut dilelang dengan harga sangat minim, 1,950 pound saja atau sekitar Rp 28 ribu.

Ya, sangat murah. Kurang dari Rp 30 ribu saja. Boks ini dilelang ke publik dan bebas dipergunakan untuk kepentingan apapun. Kebijakan ini bukannya tanpa alasan. Daripada boks tersebut jadi limbah besi, alangkah lebih baik dipergunakan untuk kepentingan lainnya.

Boks merah model K6 ini dimiliki oleh British Telecom. Keberadaannya di sudut Kota Warwick hanya sekadar sebagai lokasi pose berfoto turis jika dibandingkan fungsinya untuk alat telekomunikasi.

Boks telepon umum
Diubah jadi bar mini

Gempuran revolusi telepon yang semakin gencar membuatnya tergerus. Seakan tak miliki rem, payphone mulai ditinggalkan. Telepon umum telah berakhir masa kejayaannya. Lantas apa guna boks merah tersebut di kemudian hari?

Sejatinya British Telecom telah mulai menarik boks ini sejak tahun 2008. Namun kebijakan tersebut tak dilakukan secara menyeluruh. Versi original-nya adalah K2 yang didesain oleh Sir Gilbert Scott Giles.

Boks telepon umum
Jadi limbah besi

Boks bekas yang ada kini telah beralih fungsi. Ada yang mengubahnya jadi sofa, perpustakaan, bahkan bar koktail mini. Dikutip dari Daily Mail Senin (11/03/13), ada pula yang membuang boks tersebut di sembarang tempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda