Scroll to Top

Arema ISL Coaching Clinic Dengan Anak Yatim

By Agus Prasetyo / Published on Monday, 11 Mar 2013

Bertempat di Stadion Gajayana Minggu (10/3/13), pelatih Rahmad Darmawan dan beberapa pemain Arema melakukan Coahing Clinic dengan anak yatim. Anak yatim tersebut dihimpun oleh  lembaga pengelola zakat, Infaq, sodaqoh serta waqaf.

Praktis ketika latihan tim Singo Edan usai sekitar pukul 16.30 WIB, mereka langsung berbaur bersama Christian Gonzales Cs. Mereka juga cukup antusias menjalani coaching clinic singkat tersebut.

Ketika dimintai komentarnya, RD mengungkapkan bahwa dirinya cukup senang bisa melakukan kegiatan amal ini. RD juga menjelaskan bahwa dalam sepakbola, terdapat nilai-nilai yang bisa diambil pelajaran.

“Saya yakin adik-adik sekalian ingin serius bermain sepakbola. Di sepakbola diajarkan nilai-nilai sosial bagaimana kerjasama, tidak egois dan sportivitas” ungkap RD seperti yang dilansir situs resmi klub.

RD juga menjelaskan jika kegiatan ini adalah untuk kedua kalinya, semenjak dirinya menjadi arsitek Arema.

“Terhitung ini sudah dua kali sejak melatih Arema. Sepakbola itu mengajarkan hal baik, kerjasama, sportivitas. Kalau ada yang sepakbola yang curang jangan ditiru, ditiru yang baik baik saja” tambahnya.

Ketika dimintai konfirmasinya Kepala Cabang Yatim Mandiri Malang, Ainul Mahbub mengungkapkan bahwa acara tersebut diselenggarakan dalam rangka meramaikan pencairan Beasiswa Yatim Berprestasi (Bestari) untuk periode XXV.

“Kami ingin diselenggarakan lebih kreatif untuk menumbuhkan semangat dan antusias mereka untuk mewujudkan impian mereka. Kami ingin mereka tidak menyerah untuk meraih impian masa depannya” jelas Ainul Mahbub seperti yang dilansir Liga Indonesia.

Dalam acara tersebut secara simbolis diserahkan beasiswa sebesar Rp 474. 449.000 yang diberikan rutin kepada anak yatim usia SD, SMP, hingga SMU.

“Dengan menjadi pemain sepakbola professional, mereka akan menjadi hebat dan terkenal bahkan menjadikannya berprestasi” tambah Ainul.

Sementara itu dalam sambutannya media officer Arema, Sudarmaji berharap agar kerjasama ini bisa terus berlanjut.

Sudarmadji juga mengungkapkan meski jadwal liga menguras waktu Arema, namun manajemen dan para pemain tetap ingin meluangkan waktu bagi anak yatim.

“Sesibuk apapun, kami tak lelah mengemban misi kemanusiaan. Semoga akan terus jadi kegiatan rutin. Karena bukan hanya usaha, tapi doa dari anak-anak semua juga bisa membantu moral tim untuk meraih juara” ungkap Sudarmadji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda