Scroll to Top

AS dan China Duduk Semeja Bahas Cybersecurity

By Ibnu Azis / Published on Wednesday, 13 Mar 2013

AS China

China bukan sekali dua kali dituding sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kasus keamanan cyber yang terjadi baru-baru ini. Daripada terus mengelak, mereka membuka pintu diskusi. Kementerian Luar Negeri China membuka dialog terbuka dengan Gedung Putih soal cybersecurity.

“China bersedia, atas dasar prinsip saling menghormati dan saling percaya, untuk membuka ruang dialog yang konstruktif dan kerjasama dalam masalah ini dengan masyarakat internasional termasuk Amerika Serikat untuk menjaga keamanan, keterbukaan, dan ketenangan di Internet,” terang Hua Chuying, juru bicara Kementerian Luar Negeri China pada Reuters yang dikutip dari Mashable Rabu (13/03/13).

Pernyataan Hua Chuying bukannya tanpa alasan. Tindakan ini muncul setelah Tom Donilon dari US National Security Advisor, menyerukan agar China mengambil langkah-langkah serius untuk menyelidiki dan menghentikan segala kegiatan (hack) terhadap kepentingan Amerika.

Seakan tak terima dengan tudingan yang ada, Hua Chuying menegaskan jika isu cybersecurity adalah malapetaka global. Bukan hanya AS saja yang jadi bulan-bulanan, seluruh dunia termasuk China.

“Keamanan internet merupakan masalah global. Bahkan, China adalah kelompok yang terpinggirkan dalam hal ini, dan salah satu korban terbesar dari serangan hacking,” belanya.

Sementara itu Tom Donilon juga tak kalah vokal. Menurutnya China dan AS sebagai salah satu pioner ekonomi terbesar di dunia yang ‘tergantung’ dengan internet harus memimpin jalan untuk menangani masalah ini.

“Kami telah bekerja keras untuk membangun hubungan bilateral yang konstruktif yang memungkinkan kita untuk terlibat terus terang tentang isu-isu prioritas yang menjadi perhatian,” ujarnya.

Bukan sekali dua kali China dituding dibalik aksi peretasan yang terjadi. Tatkala Twitter kebobolan 250.000 akun, Beijing dirujuk sebagai pihak yang bertanggung jawab. Belum lama ini, sejumlah bank di Australia diincar peretas. Dan kembali negara Tirai Bambu tersebut harus menerima kenyataan pahit sebagai terduga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda