Scroll to Top

Hercules, Polisi, dan Premanisme

By Fitra Firdaus / Published on Friday, 15 Mar 2013

Hercules, Polisi, dan Premanisme 2

Hercules beserta 50 anak buahnya ditangkap oleh anggota Resmob Polda Metro Jaya pada Jumat, 8 Maret 2013. Sontak, berita seputar pria yang disebut-sebut  sebagai penguasa Tanah Abang ini, terus menyedot perhatian masyarakat. Hercules, yang merupakan ketua Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB)konon memiliki beking politik. Lantas, mengapa polisi berani menangkapnya?

“Polisi tidak boleh gentar terhadap siapa pun. Yang melanggar hukum, kita proses penegakan hukumnya,” demikian yang disampaikan oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen Putut Eko Bayuseno pada Rabu (13/3) lalu.

Pernyataan ini unik, karena berkaitan dengan penangkapan Hercules. Lima hari sebelumnya, pria berwajah kukuh ini ditangkap dengan dakwaan terlibat dalam perusakan di Kompleks ruko milik PT. Tjakra Multi Strategi. Ucapan Kapolda tersebut, menepis anggapan bahwa ada orang-orang tertentu yang berdekatan dengan kekuatan politik, yang aman dari polisi. Siapa pun yang melakukan praktk premanisme di Jakarta, akan berhadapan dengan hukum.

Langkah polisi sendiri bukannya tanpa ancang-ancang. Dituturkan oleh Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, AKBP Hengki Haryadi, pihaknya sudah memiliki bukti yang kuat. Ia menyebutkan kepada Okezone pada Rabu, (13/3), “pemerasan (yang dilakukan anak buah Hercules) sudah mencapai miliaran rupiah.”

Pihak Hercules sendiri, juga meyakini kebenaran yang digenggamnya. Pada awalnya, pria ini mengaku bahwa dirinya seorang pengusaha, bukan preman.  Ia menolak disebut sebagai pemeras, “Karena saya melakukan pekerjaan dan mendapatkan bayaran yang sah,” katanya seperti dikutip Republika Online Senin (11/3).

Saat ini, kuasa hukum Hercules sudah meminta penangguhan penahanan atas kliennya. Dalam surat yang sudah disampaikan kepada Polda Metro Jaya, disampaikan bahwa Hercules tidak akan melarikan diri atau menghilangkan barang bukti jika mendapatkan’keringanan’ dari kepolisian.

Bukan tidak mungkin, hukuman yang akan diterima Hercules cukup berat. Seperti yang dilansir oleh Kompas, ia “Idijerat Pasal 160 KUHP tentang penghasutan, Pasal 170 KUHP tentang perusakan, Pasal 214 KUHP karena berani melawan petugas, dan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan. Selain itu, ia juga dijerat oleh Pasal 2 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 seputar kepemilikan senjata api tanpa izin.”

Foto: www.lensaindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda