Scroll to Top

5 Mitos Unik Tentang Microsoft

By Ibnu Azis / Published on Friday, 15 Mar 2013

Microsoft

Microsoft menjelma sebagai perusahaan komputer besar di dunia. Lewat Windows-nya yang menggurita, Microsoft tetap mampu bertahan hingga sekarang. Jika Anda salah satu pengguna Windows, simak 5 mitos unik tentang Microsoft berikut yang dinukil dari HowStuffWorks Jumat (15/03/13).

5. Microsoft ‘menemukan’ Windows

Mitos ini masih terkait dengan mitos unik tentang Bill Gates sebelumnya – perseteruan antara Apple dengan Microsoft. Perseteruan mereka yang abadi dan ‘saling sikut’ kanan kiri soal ‘curi mencuri ide’ GUI tetap jadi polemik hingga saat ini.

4. Microsoft tak peduli soal keamanan

Ini terkait dengan celah yang sering ditemukan di OS Windows. Menjadi rahasia umum jika sistem operasi Microsoft tersebut rentan serangan virus. Microsoft bukannya tak peduli dengan maslah ini, mereka terus bekerja dan bekerja. Salah satunya dengan merilis Microsoft Security Essentials.

3. Microsoft memonopoli industri

Ungkapan ini benar adanya mengingat bisa dipastikan komputer rumahan dan koorporat selalu dijejali dengan OS Windows. Microsoft memang unggul soal pemasaran global. Windows juga tak eksklusif di satu dua komputer saja, tapi hadir di pelbagai merk dan tipe komputer yang ada. Namun tak harus menutup mata jika saingan mereka, Machintos, juga miliki pasar yang tak kalah luas pula.

2. Microsoft tak inovatif

Microsoft kerap dituding meminjam atau membeli ide yang ada tanpa pernah berinovasi. Anggapan itu boleh-boleh saja sejurus dengan kemampuan perusahaan untuk lakukan pencaplokan atau akuisisi. Namun selang berjalannya waktu, Microsoft tetap berinovasi dengan menelurkan produk-produk populer dan mutakhir.

1. Bill Gates ‘kejam’

Sombong dan arogan itulah mitos yang dialamatkan kepadanya tatkala memimpin Microsoft. Ketika mundur dari perusahaan tahun 2008, ia mencurahkan segala SDM-nya bagi kemanusian. The Bill and Melinda Gates Foundation berinvestasi miliaran dolar guna pemberantasan penyakit dan kemiskinan di negara-negara berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda