Scroll to Top

Notula Rapat Exco PSSI Sempat Diragukan Roy Suryo!

By Agus Prasetyo / Published on Friday, 15 Mar 2013

Kongres Luar Biasa PSSI 17 Maret 2013, sepertinya tidak semudah membalikan telapak tangan. Kini persoalan muncul dari Menpora Roy Suryo, yang sedikit meragukan kebenaran notula rapat Komite Eksekutif (Exco).

Roy Suryo meragukan kebenaran notula rapat Komite Eksekutif (Exco) pada 7 Maret 2012, terkait jumlah voters Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang dipermasalahkan sejumlah anggota Exco.

Politisi partai Demokrat itu menilai bahwa surat notula yang sempat ditunjukkan kepada dirinya itu adalah palsu.

Sebelumnya pada Rabu (13/3/13), muncul dua surat yang kembali menambah kesimpangsiuran voters KLB PSSI.

Surat pertama merupakan notula rapat Exco pada 7 Maret yang diikuti Djohar Arifin Husin (Ketua Umum PSSI), Farid Rahman, Sihar Sitorus, Bob Hippy, Widodo Santoso, Mawardi Nurdin, dan Tuty Dau.

Pada salah satu halaman dalam notula itu berisi daftar nama 18 pengprov yang memiliki perbedaan dengan yang diumumkan salah satu anggota Tim Verifikasi, Sefdin Syaifudin.

Dalam notula itu, tertera tanda tangan Djohar dan Farid selaku Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PSSI beserta lima anggota Exco lainnya.

Sementara surat lain yang beredar adalah Surat Keputusan (SK) No SKEP/32/JAH/III/2013 tentang daftar voters KLB PSSI tertanggal 17 Maret 2013.

Dalam SK itu, terdapat juga daftar 100 pemilik suara yang diklaim merupakan peserta sah KLB. Akan tetapi, ke-16 di antaranya berbeda dengan notula rapat Exco pada surat pertama.

Namun yang menjadi polemik adalah Djohar Arifin juga menandatangani SK tersebut. Djohar sebelumnya membantah pernah menandatangani notula yang ditunjukkan sejumlah anggota Exco.

Djohar menegaskan karena pada 7 Maret itu, dirinya tengah berada di Medan untuk mengikuti acara pemilihan kepala daerah.

Roy Suryo mengakui memang ketika beberapa anggota Exco menunjukkan notula rapat Exco tersebut, Djohar juga hadir.

Namun ketika itu, Djohar mengaku menandatangani notula itu di bandara dan posisi surat pun tidak berbentuk dalam format notula rapat Exco.

“Setelah saya lihat lagi, pada notula itu juga terdapat keanehan. Saya terus terang juga meragukan notula itu dan bahkan di belakang itu ada tujuh tanda tangan. Tapi di setiap halaman ada lima paraf, berarti ada dua yang tidak paraf. Itu cacat hokum” ungkap Roy Suryo seperti yang dilansir Kompas.

“Yang menarik, justru tiba-tiba salah satu Exco menambahkan tanda tangan lagi di situ dan saya curiga itu prosesnya bisa jadi tidak ada rapat yang sebenarnya. Setelah saya tanyakan ini rapatnya kapan, mereka menyebut itu tanggal 7. Tapi karena tidak dilakukan di Kantor PSSI, ya sudah, kalau rapat itu harusnya di PSSI” tambah Roy.

Meski begitu, Roy Suryo mengaku tidak akan langsung melakukan proses hukum atas hal tersebut. Dirinya menyatakan akan lebih dahulu menunggu KLB PSSI pada 17 Maret mendatang selesai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda