Scroll to Top

Jangan Gunakan Google+ Jika Tidak Memakai Identitas Asli

By Ivan Azzam / Published on Monday, 29 Aug 2011

Eric Schmidt, bos besar Google menyatakan, Google+ harusnya menjadi layanan identitas, dalam hal menjelaskan kebijakan Google+ yaitu penggunaan nama asli yang cukup kontroversial.

Prasyarat dari Google tersebut, telah menjadi perdebatan selama beberapa minggu, khususnya di kalangan orang-orang yang namanya tidak biasa, atau mereka yang lebih nyaman dengan nama samaran.

Andy Carvin dari NPR (National Public Radio) bertanya pada Schmidt mengapa Google meloloskan kebijakan tersebut padahal bisa saja menempatkan pengguna dalam resiko.

Schmidt pun membalas, Google+ utamanya dibangun sebagai layanan identitas, jadi pada dasarnya layanan ini bergantung pada pengguna yang menggunakan nama asli. Carvin juga menambahkan, siapapun yang peduli dengan keamanan dirinya, penggunaan Google+ adalah opsional. Tak ada yang memaksa anda menggunakannya. Jika merasa kebijakan ini mengancam keamanan dirinya, jangan gunakan Google+.

Dikutip dari komentar Schmidt, Carvin mengatakan bahwa petinggi Google merasa dunia maya lebih baik jika tahu siapa anda sesungguhnya, maka dari itu jika ada yang berniat jahat, bisa dilakukan tindakan untuk mengetahuinya.

Sejak peluncurannya akhir Juni lalu, Google+ menyebar ke seantero dunia maya. Tombol +1 khas Google+ terlihat dimana-mana, post dari Google+ juga kini muncul di hasil pencarian Google. Hal ini membuat Google mengenal penggunanya lebih jauh lagi. (via Mashable)

 

Tagged as:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda