Profil: Inter Milan 2011-2012
Pengalaman buruk musim 2010-2011 tentu tidak ingin diulangi lagi oleh Inter. Terpuruk di bawah asuhan Rafael Benitez, dan sempat bangkit di bawha besutan Leonardo. Namun hal itu belum cukup untuk menyelamatkan status mereka sebagai juara bertahan. Beruntung, di akhir musim mereka masih memperoleh gelar Coppa Italia.
Ibaratnya, sudah jatuh tertimpa tangga. Kegagalan melanjutkan dominasi di kompetisi domestik diikuti dengan dua kali kekalahan melawan rival terberat, AC Milan, musim lalu. Bahkan, di laga Super Coppa Italia pun Inter juga keok di tangan Milan.
Tak ingin kejadian musim lalu terulang, Inter pun berbenah serius. Mereka mendatangkan pelatih baru dalam diri Gian Piero Gasperini. Eks pelatih Genoa itu diharapkan bisa mengembalikan kejayaan Inter.
Sosok yang paling bahagia dengan kedatangan Gasperini tentu saja Diego Milito. Bersama Thiago Motta, Milito adalah pemain andalan Gasperini semasa masih membela Genoa. Tak heran, Milito begitu bersemangat menyambut musim baru.
“Aku sangat mengenal Gasperini. Aku pernah menjalani masa-masa istimewa bersamanya saat di Genoa. Aku senang dia kini melatih Inter,” ujar bomber Argentina itu.
Namun, datangnya Gasperini menimbulkan perubahan strategi permainan di Inter. Gasperini dikenal sebagai sosok yang mendewakan pola menyerang 3-4-3, meski ia kadang juga fleksibel dengan strategi lain. Dipastikan, para pemain membutuhkan waktu adaptasi dengan strategi baru tersebut.
Kekalahan dari Manchester City serta AC Milan membuktikan jika para pemain I Nerazzurri masih kesulitan dalam mengaplikasikan strategi bermain di lapangan. Meski secara hasil kurang memuaskan, Gasperini melihat ada perkembangan yang ditunjukkan anak asuhnya.
“Semua pemain mulai menunjukkan mereka mampu beradaptasi dan memposisikan diri, berdasarkan siapa lawan yang dihadapi.
Ucapan Gasperini sepertinya mulai menemukan kenyataan. Meski sudah ditinggal pergi Samuel Eto’o yang hijrah ke Anzhi Makhachkala, Inter berhasil merebut gelar Trofeo TIM setelah mengalahkan dua rivalnya, Milan dan Juventus, beberapa hari lalu.
Seiring berjalannya waktu, diprediksi para pemain Inter akan semakin mudah menterjemahkan varian strategi yang diinginkan Gasperini. Semua itu demi membawa Inter kembali merajai Serie-A Italia.
Profil tim:
Nama lengkap: Football Club Internazionale Milano SpA
Julukan: I Nerazzurri, La Beneamata, Il Biscione
Berdiri: 1908
Stadion: San Siro (80.074)
Presiden: Massimo Moratti
Pelatih: Gian Piero Gasperini
Kapten: Javier Zanetti
Posisi 2010-2011: 2
Website: www.inter.it
Prestasi: 18 Scudetti, 7 Coppa Italia, 5 Super Coppa Italia, 3 UEFA Champions League, 3 UEFA Europa League, 1 UEFA Super Cup, 2 FIFA Intercontinental Cup, 1 FIFA Club World Cup
Skuad 2010-2011 (hingga 29 Agustus 2011):
Goalkeepers: Julio Cesar, Luca Castellazzi, Paolo Orlandoni, Emiliano Viviano
Defenders: Ivan Cordoba, Javier Zanetti, Lucio Ferreira, Douglas Maicon, Luca Caldirola, Andrea Ranocchia, Nelson Rivas, Walter Samuel, Cristian Chivu, Davide Faraoni, Davide Santon, Jonathan Cicero, Matteo Bianchetti, Yuto Nagatomo
Midfielders: Dejan Stankovic, Thiago Motta, Wesley Sneijder, Ricardo Alvarez, Esteban Cambiasso, Joel Obi, Philippe Coutinho, Lorenzo Crisetig, Sulley Muntari
Forwards: Giampaolo Pazzini, Diego Milito, Luc Castaignos
Jadwal 2011-2012:
Lecce (29/8), Palermo (11/9), Roma (18/9), Novara (21/9), Bologna (25/9), Napoli (2/10), Catania (16/10), Chievo (23/10), Atalanta (27/10), Juventus (30/10), Genoa (6/11), Cagliari (20/11), Siena (27/11), Udinese (4/12), Fiorentina (11/12), Cesena (18/12), Parma (8/1), Milan (15/1), Lazio (22/1), Lecce (29/1), Palermo (2/2), Roma (5/2), Novara (12/2), Bologna (19/2), Napoli (26/2), Catania (4/3), Chievo (11/3), Atalanta (18/3), Juventus (25/3), Genoa (1/4), Cagliari (7/4), Siena (12/4), Udinese (15/4), Fiorentina (22/4), Cesena (29/4), Parma (3/5), Milan (6/5), Lazio (13/5)





