Scroll to Top

Usai Layani 355 Ribu Pria, PSK Tertua di Dunia Pensiun

By Ibnu Azis / Published on Tuesday, 19 Mar 2013
Louise dan Martine Fokkens
Louise dan Martine Fokkens

Kamis (14/03/13) lalu Louise dan Martine Fokkens memutuskan untuk pensiun. Mereka telah ‘bekerja’ melayani lebih dari 335 ribu pria hidung belang sejak medio 60-an. PSK kembar ini memilih berhenti dari pengabdiannya setelah lebih dari setengah abad lamanya.

Dua alasan kuat mengapa keduanya pensiun adalah tak bisa lagi mengikuti ritme pelanggan dan faktor usia. Menurut mereka pola keinginan masyarakat telah berubah. Pun juga dengan usia mereka belum lagi ditambah penyakit arthritis yang diindap.

Penyakit arthritis bukanlah sebuah penyakit seks menular. Penyakit ini terkait dengan radang sendi. Peradangan pada satu atau lebih persendian, yang disertai dengan rasa sakit, kebengkakan, kekakuan, dan keterbatasan bergerak.

Louise dan Martine Fokkens
Louise dan Martine Fokkens di tahun 1960-an

Penyakit tersebut wajar muncul bagi mereka yang berusia uzur dan digerogoti umur. Namun Fokkens bersaudara tak menampik jika pasar saat ini memang telah berubah. Dulu mereka hanya duduk di jendela dan pelanggan datang dengan sendirinya. Kini mereka harus berjuang ekstra keras dan bersaing dengan pekerja lain yang relatif jauh lebih muda.

“Kami biasanya cuma duduk di balik jendela dan mereka datang. Kini PSK muda berani telanjang bulat demi menarik klien,” ujar Louise Fokkens.

Fokkens bersaudara alami masa keemasan di Amsterdam tatkala porstitusi masih belum dilegalkan. Kala itu industri esek-esek ini masih dikelola oleh mafia. Mereka populer karena memakai kostum yang sama saat bekerja.

Louise and Martine Fokkens 2
Louise and Martine Fokkens saat ‘beraksi’

“Saat ini tak ada gunanya bekerja hanya untuk membayar pajak. Kami tak diuntungkan dan hanya mucikari serta konsumen asing yang menikmatinya,”  tambah Louise.

Fokkens bersaudara bahkan pernah tampil dalam film dokumenter tahun 2012 lalu yang berjudul Meet The Fokkens. Mereka juga hadir dalam sebuah buku yang bertajuk The Ladies of Amsterdam. Keduanya pasca pensium tinggal menikmati hidup dari hasil royalti film dan buku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda