Makanan Sehat dan Olahraga Membantu Siswa Mendapat Nilai Baik

ujian

Mengonsumsi makanan sehat dan menyertai hari-hari dengan berolahraga dapat membantu pelajar untuk mendapatkan nilai yang baik saat ujian sekolah. Sebaliknya, makanan dan minuman yang sifatnya “sampah” (junk) sebaiknya benar-benar dihindari. Contohnya, minuman soda, ayam goreng dan kentang di restoran fast food, keju dan sejenisnya, cenderung  mendatangkan masalah pada tubuh dan mempengaruhi  hasil belajar. Demikian menurut  penuturan Deepika Aggarwal, kepala dietetics di Appollo Hospital, seperti dikutip Times of India.

Makanan-makanan junk food yang kurang bermanfaat tersebut sebaiknya dihindari, terutama kala musim ujian tiba. Beberapa efeknya adalah gangguan dalam proses berkonsentrasi akibat kadar gula yang cukup tinggi. Kalori yang berlebihan turut berkontribusi pada munculnya kelesuan, sehingga membuat tubuh kurang bersemangat.

Selain mengonsumsi makanan sehat, olahraga ringan akan membugarkan tubuh. Olahraga telah diketahui bisa menyehatkan fisik dan pikiran. Olahraga membantu menurunkan tingkat stres yang biasa dialami para siswa, yang biasanya belajar serius di malam hari jelang waktu ujian. Kemampuan konsentrasi mereka ikut meningkat seiring rutinnya berolahraga.

“Siswa biasanya belajar di kisaran empat sampai lima jam. Jika mereka melakukan diet sehat selama hari-hari ujian itu, dapat meningkatkan tingkat konsentrasi dan mengurangi stres,” ujar Aggarwal.

Menurut Aggarwal, banyak pilihan makanan sehat yang bisa dikonsumsi. Contohnya adalah gandum dan roti,  yang memiliki karbohidrat kompleks. Glukosa akan dimetabolisme lebih lambat dan memberikan kecukupan  energi tubuh selama belajar dalam masa ujian. Siswa juga hendaknya mengonsumsi sayuran dan buah-buahan untuk menjaga asupan gizi yang baik. Tubuh menjadi tidak mudah terserang sakit.

“Makanan organik yang dikenal untuk membawa nutrisi 50 persen lebih, mineral dan vitamin bila dibandingkan dengan makanan yang diproduksi melalui pertanian intensif. Situasi ini lebih buruk ketika datang ke makanan cepat saji,” kata Aggaewal.

Hanya saja, hendaknya memberikan kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat jika kegiatan belajar sudah berlangsung cukup lama. Ambil 15 menit di sela waktu belajar untuk melakukan hal yang merelaksasi pikiran. Menghirup udara segar, memandang tanaman hijau, bercengkerama dengan keluarga mungkin bisa dijadikan pilihan untuk menyegarkan diri.

Komentar Anda

Leave A Response