Scroll to Top

PSSI Dikuasai Kubu La Nyalla, Djohar Arifin Akan Disingkirkan?

By Aditya / Published on Thursday, 21 Mar 2013

KLB pssi djohar la nyalla

Pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) pada tanggal 17 Maret 2013 silam di Hotel Borobudur Jakarta menandai pergeseran kekuatan di tubuh PSSI. Kubu La Nyalla Mattalitti yang semula menjadi “oposisi” di bawah naungan KPSI, kini berbalik menjadi pihak yang berpengaruh. Patut diprediksi, bagaimana nasib Djohar Arifin Husin di PSSI ke depannya nanti. Apakah sang ketua umum akan didepak dari federasi?

Djohar Arifin Husin kini memang seolah hanya sendiri di PSSI. Barisan yang selama ini berdiri di belakangnya sudah tidak ada lagi. Semenjak Djohar Arifin naik tahta menggusur Nurdin Halid, posisinya di PSSI disokong penuh oleh orang-orang seperti Bob Hippy, Bernhard Limbong, Saleh Mukadar, Sihar Sitorus, hingga Halim Mahfudz yang masuk belakangan.

Namun, tindakan sepihak yang dilakukan Djohar Arifin dengan menunjuk Luis Manuel Blanco sebagai pelatih Timnas Indonesia untuk menggantikan Nil Maizar tanpa persetujuan tim Exco memantik perpecahan di internal PSSI. Kemudian, Djohar Arifin justru merapat pada para seterunya yang tergabung di KPSI hingga akhirnya dihelat KLB PSSI yang semakin mengukuhkan posisi La Nyalla Mattalitti di PSSI di mana ia menduduki posisi sebagai wakil ketua umum.

Djohar Arifin yang tanpa pendukung, ditambah karakternya yang oleh sebagian kalangan dinilai sebagai sosok yang peragu –bertolak belakang dengan tabiat La Nyalla yang cenderung agresif– membuat posisinya di PSSI kian labil, kendati ia masih menjabat sebagai ketua umum.

Kasus terbaru adalah peristiwa pendepakan Luis Manuel Blanco dari Timnas Indonesia yang digantikan oleh duet pelatih dari Indonesia Super League (ISL), Rahmad Darmawan dan Jacksen F. Thiago. Meskipun ngotot menginginkan Luis Manuel Blanco tetap menjadi pelatih kepala timnas, namun Djohar Arifin tak dapat berbuat lebih kongkret. Bahkan, La Nyalla justru menilai bahwa Luis Manuel Blanco memang perlu diganti demi Merah-Putih.

Dari sini mulai terlihat bagaimana posisi Djohar Arifin mulai digoyang. Patut ditunggu, apa yang akan terjadi pada sang ketua umum nanti. Apakah Djohar Arifin benar-benar akan disingkirkan dari PSSI, atau tetap menjadi kaisar meskipun tanpa kuasa? Kita nantikan saja kelanjutan episode drama PSSI yang sepertinya belum akan usai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda