Scroll to Top

Ubuntu Kylin, Sistem Operasi Resmi Pilihan Pemerintah China

By Ditya / Published on Saturday, 23 Mar 2013
Ubuntu China
Ubuntu Kylin

Pemerintah China menggandeng Canonical untuk merancang sistem operasi yang akan digunakan secara resmi oleh negeri Tirai Bambu tersebut. Jelas, sistem operasi pilihannya adalah berbasis Ubuntu Linux besutan Canonical yang disesuaikan. Ubuntu Linux yang akan digunakan pemerintah China mengusung nama Ubuntu Kylin.

China tampaknya memang benar-benar mengontrol keamanan lingkungan pemerintahan dengan meninggalan perangkat lunak berbau barat. Sistem operasi open-source seperti Linux adalah pilihan negara tersebut, karena dengan sistem operasi open source, pemerintah China bebas mengembangkan sistem operasi sendiri sesuai keinginan dan kebutuhan.

China memutuskan untuk menggandeng Canonical untuk mengembangkan sistem operasi sendiri yang berbasis Ubuntu Linux, yakni disebut dengan Ubuntu Kylin. Sistem operasi Ubuntu Kylin ini kabarnya akan segera dirilis pada bulan April 2013 mendatang.

Pengembangan sistem operasi Ubuntu Kylin ini dilakukan di sebuah laboratorium tunggal yang berada di Beijing yang didalamnya terdapat insinyur dari Canonical dan insinyur lembaga R & D China. Sistem operasi Ubuntu Kylin ini sendiri kabarnya akan tersedia dalam beberapa varian, seperti varian server untuk toko online, perusahaan hosting, dan website.

Ubuntu

Rilis awal sistem operasi Ubuntu Kylin akan tersedia dalam dua varian dukungan perangkat keras, yakni Ubuntu Kylin untuk komputer desktop dan Ubuntu Kylin untuk laptop. Di masa depan, sistem operasi Ubuntu Kylin ini akan dikembangkan untuk perangkat tablet dan smartphone.

Seperti yang dilansir dari Slashgear (22/03/2013), sistem operasi Ubuntu Kylin ini nantinya akan diintegrasikan dengan berbagai layanan yang tersedia di negeri tersebut, sebut saja Baifu Maps, Taobao Service, dan aplikasi Office khusus yang dibuat untuk pasar di China.

Penerapan sistem operasi open-source  China mulai berkembang untuk menggantikan sistem operasi proprietary di lingkungan pemerintahan dan bukan tidak mungkin warga negara tersebut akan didorong untuk menggunakan sistem operasi Ubuntu Kylin tersebut. Lalu, bagaimana dengan Indonesia dengan program IGOS-nya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda