Scroll to Top

Diduga Lecehkan Yahudi, Twitter Dituntut Rp 500 Miliar

By Ibnu Azis / Published on Monday, 25 Mar 2013

Twitter Laptop

Tahun lalu Twitter memuat beberapa tweet anti semintik berbahasa Perancis lewat tagar #unbonjuif atau bermakna Yahudi yang baik. Imbas dari kejadian itu microblogging ini dituntut UEJF hingga Rp 500 miliar. Apa yang sesungguhnya terjadi?

Angka ini bahkan meningkat dua kali lipat dari tuntutan awal. Pihak Persatuan Pelajar Yahudi Perancis (UEJF) mengaggap jika penayangan tweet tersebut sebagai tindakan penghinaan.

Tak hanya UEJF saja yang bertindak. Beberapa organisasi anti rasisme pun lakukan tindakan serupa. Mereka meminta Twitter mengapus tweet sekaligus hashtag yang melecehkan tersebut.

Tak cukup dengan tindakan, mereka meminta ganti rugi materiil. Twitter dituntut ancaman tuntutan USD 50 juta atau hampir sekitar Rp 500 miliar. Lantas apa tanggapan dari pihak Twitter?

Twitter hanya menanggapinya dengan santai. Mereka tidak lakukan apa pun sebelum hasil dari persidangan yang ada keluar.

“Kami sedang mengawasi dan menunggu hasil persidangan yang ada,” ujar jubur Twitter.

Namun bukan berarti Twitter bersifat pasif. Mereka lebih memilih menyelesaikan masalah di luar jalur hukum. Microblogging ini lebih mengutamakan dialog. Demikian tulis RT yang dikutip Senin (25/03/13).

“Kami lakukan diskusi sembari proses hokum berjalan,” terang jubir Twitter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda