Scroll to Top

Nick D’Aloisio, Idola dan Inspirasi Baru Remaja Teknologi

By Ibnu Azis / Published on Wednesday, 27 Mar 2013

Nick D'Aloisio 1

Miliki ide dan belum mengeksekusinya, segera lakukan itu. Just do it! Itulah himbauan Nick D’Aloisio, jutawan remaja baru yang jadi inspirasi anak muda saat ini. Sebagaimana diketahui sebelumnya, aplikasi buatannya, Summly, dilirik Yahoo! seharga USD 30 juta atau hampir Rp 300 miliar.

Nick D’Aloisio masih berusia 17 tahun. Saat proses akuisisi ini terjadi, dirinya masih sibuk dengan ujian sekolah. Meski ia adalah pemilik mayoritas ‘saham’ Summly, namun usianya menurut hukum belum mengizinkan Nick D’Aloisio mengelola dana besar itu.

“Saya senang dengan itu dan orangtua saya akan mengaturnya sesuai dengan proses yang ada,” ujarnya pada Reuters yang dikutip Rabu (27/03/13).

Nick D’Aloisio tinggal di pinggiran Kota London, Inggris. Ide awal aplikasinya kala ia miliki mimpi sebuah perangkat lunak mobile untuk merevisi ujian mata pelajaran Sejarah sekolah dua tahun lalu. Ia miliki frustasi tinggi akibat pencarian Google.

TRIMIT adalah versi awal dari aplikasi besutannya. Aplikasi ini didukung algoritma yang secara otomatis bermuara untuk sebuah artikel sekitar 400 karakter. Karya Nick D’Aloisio menarik perhatian investor Hongkong Li Ka-shing. Ia menamkan dana mencapai USD 250 ribu.

Tak hanya Li Ka-shing saja, nama-nama investor lain pun berkecambah. Sebut Ashton Kutcher, Stephen Fry, Yoko Ono, dan News Corp . Saat aplikasi ini dirilis November 2012, Summly telah diunduh lebih dari 1 juta kali.

Nick D'Aloisio 2

“Mereka semua percaya pada ide, tetapi mereka semua menawarkan pengalaman yang berbeda untuk membantu saya,” ujar remaja 17 tahun ini.

Nick D’Aloisio juga bekerja sama dengan 250 penerbit konten. News Corp’s Wall Street Journal misalnya. Pengguna membaca ringkasan dengan mudah yang mengarah ke artikel web yang berimbas pada trafik situs yang bersangkutan.

“Kesepakatan besar tentang bergabung dengan Yahoo! adalah bahwa mereka memiliki banyak penerbit, mereka memiliki kesepakatan dengan siapa kita dapat bekerja dengan sekarang,” terangnya.

Nick D’Aloisio belajar coding sejak usia 12 tahun setelah Apple App Store dirilis. Ia juga ciptakan produk lain seperti Facemood dan SongStumblr. Sembari menyelesaikan studinya ia juga sesekali menengok kantor Yahoo! di London.

Namun meski jago dalam coding Nick D’Aloisio mengaku bukan maniak komputer. Justru ia mengaku sangat hobi dalam berolahraga.

“Saya suka bermain olahraga. Saya sedikit penggemar desain dan seperti menghabiskan waktu dengan pacar saya dan teman-teman,” aku remaja kelahiran 1995 ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda