Scroll to Top

Lapas Cebongan Diserang Terkait Mafia Narkoba?

By Fitra Firdaus / Published on Friday, 29 Mar 2013

Lapas Cebongan

Lapas Cebongan, Sleman,  Yogyakarta, diserang oleh sekelompok orang pada Sabtu, 23 Maret 2013 dini hari. Dalam penyerangan ini, empat tahanan tewas diberondong peluru. Isu pun menyeruak tentang motif di balik serbuan ini. Ada yang menduga ini adalah balas dendam. Namun, opini yang menguat, menyebutkan bahwa penyerbuan Lapas Sleman terjadi karena konflik antar agen narkoba. Benarkah?

Empat tahanan di Lapas Cebongan yang menjadi korban penyerangan, adalah tahanan titipan Polda DIY. Keempatnya tengah diselidiki berkaitan dengan kasus tewasnya anggota Kopasssus Sertu Santosa, di Hugo’s Cafe pada Selasa, 19 Maret lalu. Keempat tahanan tersebut,dirilis oleh Okezone, bernama Hendrik Benyamin Sahetapy, Yohanes Yuan Manbait, Gamaliel Yemi, dan Adrianus Sandragalaja.

Spekulasi timbul tentang siapa pelaku dan motif di balik penyerangan Lapas Cebongan. Bagi Siane Indriani, komisioner Komnas HAM, seperti dikutip oleh Suara Merdeka, bagaimana pun, tindakan penyerangan ke Lapas Sleman tersebut, adalah tindakan teror pada masyarakat dan negara. Pelakinya layak disebut teroris.

“Pelaku (penyerangan) itu teroris juga. Kan itu bentuk teror pada masyarakat, umum, dan negara. Jadi, seharusnya berlakukan stigma yang sama,” jelasnya pada Kamis (27/3).

Sementara itu, Bambang Widodo Umar, pengamat kepolisian, mengindikasikan bahwa penyerangan ini bukan serbuan biasa. Salah satu korban penembakan, diduga memegang informasi penting tentang peredaran narkoba di Indonesia.

“Ada kecenderungan bahwa itu konflik antaragen bandar, (hal ini terindikasi) dari polisi yang meninggal (salah satu korban penembakan) dengan anggota Kopasus meninggal,” cetusnya pada Okezone.

Bambang menyebutkan, bukan tidak mungkin ada kekuatan besar di balik kedua belah pihak yang terlibat konflik ini.

Pada lain kesempatan, Edi Saputra Hasibuan, anggota Kompolnas, mengakui bahwa polisi sudah tahu pelaku penyerangan Lapas Cebongan. Namun, polisi membutuhkan dukungan dari semua pihak agar lebih mudah dalam menguak misteri yang menyelimuti kasus ini.

 ” … Polisi sudah tahu, siapa yang melakukan ini semua. Tapi, (pengungkapan) ini butuh koordinasi, polisi perlu dukungan dari Kapolri, Panglima TNI, dan bekerja sama dengan semua pihak agar kasus segera terungkap,” paparnya kepada Kompas.

Foto: TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda