Kapten Persipura dan Timnas Indonesia, Boaz Solossa akhirnya mewujudkan cita-citanya untuk menjadi Sarjana. Setelah menempuh ilmu beberapa tahun di Universitas Cendrawasih, Boaz Salossa akhirnya lulus dan berhak mengikuti upacara wisuda.

Boaz yang kini berumur 27 tahun, telah menuntaskan studinya dari Fakultas Ekonomi Universitas Cendrawasih.

Namun tidak hanya Boaz yang berhak meraih gelar Sarjana, sang kakak Ortizan Solossa yang delapan tahun lebih tua juga lulus dari universitas yang sama.

Seperti yang diketahui bersama, kakak-beradik ini memang cukup lihai ketika mengolah si kulit bundar di lapangan hijau.

Namun tak banyak publikasi, keduanya ternyata juga melakoni karir lain di dunia pendidikan sebagai seorang akademisi.

Kini keduanya telah berhak menyandang gelar Sarjana, meski harus melewati lika-liku yang panjang untuk meraihnya.

Terlebih Boaz Solossa yang kini kembali dipercaya Rahmad Darmawan untuk membela skuad Timnas Indonesia, di ajang internasional.

Sebiji gol Boaz ke gawang Arab saudi, setidaknya menjadi bukti bahwa bomber yang sempat mengalami patah kaki ini belum habis.

Bahkan saat konfrensi pers setelah laga Indonesia kontra Arab Saudi di Stadion Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Rahmad Darmawan menyatakan keputusannya menjadikan Boaz sebagai kapten.

“Keputusan itu adalah bentuk penghargaan saya kepada seniman sepak bola seperti Boaz Solossa” tegas Rahmad Darmawan.

Bahkan keinginan Rahmad Darmawan menunjuk Boaz sebagai kapten Timnas Indonesia, sebenarnya telah dipendam sejak lama.

“Sudah sejak melawan Turkmenistan pada 2011 lalu. Saya memang ingin kapten dipegang pemain yang tidak hanya punya jiwa kepemimpinan, tapi juga seniman. Saya melihat kasus Lionel Messi yang jadi kapten di Argentina” tambah RD.