Scroll to Top

Seorang Trainee Wanita Ungkap Realita Kegiatan Seksual di Industri Entertainment Korea

By B.Tri / Published on Sunday, 31 Mar 2013

Kehidupan menjadi seorang trainee yang di didik untuk menjadi idol memang tidak mudah. Mental kita harus kuat dalam menjalani hari-hari sebagai trainee. Kadang kita juga harus melakukan sesuatu yang tidak kita inginkan seperti yang berhubungan dengan kegiatan seksual. Di Korea, sudah menjadi rahasia umum jika kita ingin terkenal dan debut sebagai artis, kita harus rela memberikan tubuh kita kepada orang yang akan membuat kita terkenal.

Seperti yang diungkapkan oleh salah satu mantan trainee disebuah agensi entertainment. Trainee itu mengungkapkan ceritanya pada JTBC yang tayang pada tanggal 29 Maret.

“Ketika aku masuk ke sebuah agensi, walaupun aku kurang menonjol sekalipun aku seringkali diminta untuk hadir ke sebuah bar. Sejujurnya, ada beberapa agensi yang lebih berfungsi sebagai perantara yang memperdagangkan trainee wanita kepada sponsor yang berbeda-beda,” ungkap dia seperti dilansir soompi.

Pada episode ini terungkap bahwa ada perantara pribadi yang menghubungkan sponsor kepada model atau para trainee wanita. Yang mana salah satu perantara tersebut ikut berkomentar, “Perantara itu harus mempunyai biodata para trainee dari berbagai perusahaan entertainment seperti pelajar perempuan yang belajar di sekolah seni.”

 “Untuk bisa bertemu dengan trainee wanita, sponsor tersebut harus membayar sekitar 220.00 USD pada setiap pertemuan. Jika mereka ingin bertemu dengan wanita yang sangat muda, atau seseorang dari agensi yang terkenal, mereka harus membayar 700 – 900 USD. Sponsor tersebut harus membuat pemesanan terlebih dahulu, paling tidak sehari sebelumnya, dan hanya orang-orang yang memenuhi persyaratan seperti itulah yang bisa masuk ke dalam daftar dan bisa bertemu,” sambung perantara tersebut.

Kejadian seperti ini mungkin sudah sering terjadi, dan salah satu artis yang sempat mengalami kejadian seperti ini hingga dirinya depresi dan memilih untuk bunuh diri adalah Jang Ja Yeon, yang kasusnya terjadi pada tahun 2009 silam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda