Scroll to Top

Timnas Indonesia Terpengaruh Konflik BTN?

By Aditya / Published on Sunday, 31 Mar 2013

timnas indonesia pelatnas latihan

Di saat publik sepakbola nasional sedikit bernafas lega karena Timnas Indonesia sudah mulai kembali bersatu, polemik justru terjadi di kalangan pengurus Badan Tim Nasional (BTN). Tak tanggung-tanggung, konflik ini melibatkan dua orang paling berpengaruh di BTN, yaitu sang ketua Isran Noor melawan wakilnya Harbiansyah Hanafiah. Apakah konflik BTN akan berpengaruh terhadap Timnas Indonesia?

Kekisruhan dimulai setelah Timnas Indonesia melakoni laga Pra Piala Asia 2015 dengan menjamu Arab Saudi di Stadion Gelora Bung Karno pada tanggal 23 Maret 2013 silam. Laga ini juga menjadi penanda kebangkitan gairah suporter untuk menyaksikan aksi Timnas Indonesia secara langsung di stadion. Puluhan ribu orang pun datang untuk mendukung perjuangan tim Merah-Putih.

Namun, di sisi lain, kekisruhan justru terjadi di tataran pengurus BTN. Wakil Ketua BTN, Harbiansyah Hanafiah, dituding telah menggelapkan dana untuk timnas sebesar 2 miliar rupiah. Kacaunya, yang melontarkan tudingan tersebut adalah Isran Noor yang tak lain menjabat sebagai Ketua BTN.

Harbiansyah Hanafiah pun langsung menyanggah tuduhan tersebut. Bahkan, Harbiansyah Hanafiah mengancam akan membawa perkara ini ke ranah hukum meskipun ia mengaku bersahabat dengan Isran Noor.

“Lama-lama saya tidak tahan juga dengan berita-berita yang terus menyudutkan. Saya sudah berusaha sabar karena pertimbangan dia (Isran Noor) juga masih sahabat saya. Tapi sekarang jadi begini,” keluh Harbiansyah Hanafiah belum lama ini.

“Saya tahu bahwa Pak Isran juga korban seperti saya. Tapi saya akan tetap membawa persoalan ini ke jalur hukum, karena saya sudah melakukan konsultasi hukum dengan pengacara saya di Jakarta. Ini harus jelas, agar semuanya menjadi jelas dan gamblang di mata masyarakat Indonesia,” tandasnya.

Akankah kisruh di kalangan para petinggi BTN ini akan mempengaruhi Timnas Indonesia yang sedang berusaha bangkit? Tentunya seluruh masyarakat pecinta sepakbola Indonesia tidak menginginkan hal itu terjadi mengingat sudah cukup lama timnas diobok-obok oleh berbagai muatan kepentingan yang bukan pada tempatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda